JOMBANG.TV- Di tengah riuh lalu lalang pengunjung di Hall 5 dan 6 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, sebuah stan tampak mencuri perhatian. Aroma kopi yang harum, kilau manik-manik berwarna-warni, hingga motif batik yang menari di kain panjang, menghadirkan nuansa khas pedesaan yang jauh dari hiruk-pikuk kota besar. Itulah stan Kabupaten Jombang, sebuah potret kecil dari tanah yang dikenal sebagai “Kota Santri” yang kini sedang memperkenalkan dirinya kepada Indonesia, bahkan dunia.
Bupati Jombang, H. Warsubi melangkah masuk ke area stan pada Jumat (29/8). Senyumnya merekah, menyapa satu per satu produk yang ditata rapi. Kehadirannya merupakan sebuah pernyataan, bahwa Jombang ingin maju, dan jalannya adalah dengan mempercayai kekuatan lokalnya sendiri.
Disambut hangat oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Wor Windari, stan Jombang seperti bertransformasi menjadi sebuah panggung kecil.
Di sana, Duta Wisata Guk dan Yuk Jombang memperkenalkan produk unggulan dengan semangat muda yang menular. Ada manik-manik Gudo, kecil, berkilau, namun menyimpan cerita panjang tentang keterampilan tangan pengrajin yang sudah menembus pasar internasional.
Ada wastra Jombang dengan motif-motif yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga menyimpan filosofi lokal. Tak ketinggalan, kerajinan cor kuningan dari Desa Mojotrisno yang kini melanglang buana hingga Eropa dan Amerika. Dan tentu saja, kopi Wonosalam, dengan varietas Excelsa-nya yang khas, menghadirkan aroma hutan pegunungan yang sejuk dalam setiap tegukan.
“Dengan mengikuti ajang ini, kami berharap dapat memperkenalkan produk-produk unggulan Kabupaten Jombang kepada masyarakat luas, baik nasional maupun internasional,” ujar Bupati Warsubi, suaranya tegas, namun penuh keyakinan.
Baginya, AOE 2025 adalah jendela untuk membuka jalan baru. “Pameran ini menjadi kesempatan emas untuk membuka peluang pasar baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Jombang,” tandasnya.
APKASI Otonomi Expo 2025, yang mengusung tema “Produk Lokal Mengglobal”, diikuti oleh 299 peserta, mulai dari 38 provinsi, ratusan kabupaten, hingga kementerian, lembaga, dan BUMN.
Presiden RI Prabowo Subianto sendiri yang membuka acara ini, memberi bobot tersendiri pada gelaran yang menjadi ruang pamer potensi daerah.
Bagi Jombang, keterlibatan ini adalah langkah strategis. UMKM lokal tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan diberi panggung untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing.
Dari tangan-tangan sederhana pengrajin desa, lahirlah karya yang bisa memikat pasar global. Dari biji kopi yang tumbuh di lereng Wonosalam, hadir cita rasa yang mampu menandingi kopi-kopi dunia.
Lebih dari sekadar transaksi dagang, keikutsertaan ini menyimpan harapan besar, dimana terbukanya peluang investasi, terciptanya lapangan kerja baru, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Pada akhirnya, Jombang ingin dikenal bukan hanya sebagai kota yang religius, tetapi juga sebagai daerah yang berani berdiri di garda depan ekonomi kreatif nasional.
Di stan itu, di tengah hiruk-pikuk expo, Jombang seolah berkata, kami punya cerita, kami punya karya, dan kini saatnya dunia mendengarnya. (FIT)
Komentar untuk post