JOMBANG.TV – Program edukasi “Police Goes to School” kembali digelar oleh Polres Jombang sebagai langkah preventif menekan angka kriminalitas di kalangan remaja. Kali ini, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyambangi SMK PGRI 1 Jombang untuk memberikan pesan edukatif secara langsung kepada ratusan siswa, Selasa (10/2).
Dalam kunjungannya tersebut, AKBP Ardi Kurniawan menyoroti tren pergaulan negatif yang belakangan menyasar pelajar. Ia secara spesifik memperingatkan para siswa agar tidak terjerumus ke dalam komunitas motor yang kerap melakukan aksi konvoi pada malam hari.
Kapolres menegaskan bahwa aktivitas kumpul-kumpul yang tidak produktif, seperti konvoi tengah malam, merupakan pintu masuk menuju tindakan pidana. Beliau menggarisbawahi risiko fatal jika siswa terlibat dalam aksi membawa senjata tajam (sajam) atau tawuran antar kelompok.
“Mengikuti konvoi malam hari dengan membawa senjata tajam itu bukan lagi kenakalan remaja, tapi murni tindakan kriminal. Jangan korbankan masa depan kalian hanya untuk mencari pengakuan di jalanan,” ujarnya.
Selain sanksi hukum berupa pidana penjara, Kapolres juga mengingatkan dampak administrasi yang sering kali dilupakan oleh remaja. Setiap pelanggaran hukum akan tercatat dalam Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
“Catatan kriminal di SKCK akan menjadi hambatan besar saat kalian hendak mencari pekerjaan nanti. Ingat, disiplin dan kepatuhan hukum adalah kunci untuk meraih cita-cita,” tambahnya.
Di akhir arahannya, Kapolres mengajak keluarga besar SMK PGRI 1 Jombang untuk membangun lingkungan pertemanan yang sehat. Ia mendorong para siswa untuk tidak ragu menegur atau melaporkan jika melihat rekannya mulai menunjukkan perilaku menyimpang.
Pihak kepolisian berharap, melalui edukasi intensif ini, para pelajar di Jombang dapat lebih selektif dalam memilih lingkaran pertemanan dan fokus pada pengembangan prestasi akademik maupun non-akademik.(tam)










Komentar untuk post