JOMBANG.TV — Langkah edukatif dan menyegarkan diambil oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Peterongan dalam menyambut tahun ajaran baru 2026.
Guna membentengi generasi muda dari bahaya zat adiktif, aparat kepolisian menyuguhkan sosialisasi antinarkoba melalui media musik kepada ratusan siswa baru di SMPN 1 Peterongan yang tengah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Langkah preventif ini sengaja digencarkan mengingat pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja menjadi salah satu fokus utama di wilayah hukum Polres Jombang.
Metode penyampaian materi dikemas secara interaktif agar tidak monoton. Sebanyak 100 peserta MPLS tampak sangat antusias menyimak bait demi bait lagu yang menceritakan penyesalan seorang pemuda yang terjerumus narkoba hingga harus berurusan dengan hukum sebelum akhirnya memutuskan untuk bertobat.
Sebelum memutar lagu edukatif tersebut, Brigadir Reza Bakhtiar selaku perwakilan dari Polsek Peterongan terlebih dahulu memberikan pemaparan dasar mengenai dampak buruk narkotika.
”Narkotika merupakan zat atau obat baik yang sifatnya alami, sintetis, maupun semi-sintetis yang dapat memicu penurunan kesadaran, memicu halusinasi, hingga meningkatkan daya rangsang. Penyalahgunaannya sangat berbahaya karena memicu ketergantungan yang merusak masa depan,” paparnya saat memberikan materi.
Selain fokus pada isu narkoba, para siswa baru ini juga dibekali pemahaman mengenai batasan pergaulan guna menghindari kenakalan remaja.
Edukasi ini bertujuan membentuk mental dan karakter siswa sejak dini agar lebih selektif dalam memilih lingkungan pertemanan.
Inovasi penyuluhan menggunakan media musik ini mendapat respons positif dari Kapolsek Peterongan, AKP Hidayaturrachman. Menurutnya, pendekatan seni jauh lebih efektif dan mudah diterima oleh psikologis remaja dibanding metode ceramah biasa.
Pesan menjauhi barang haram tersebut disampaikan secara visual dan audio, lengkap dengan pemutaran video klip serta testimoni riil mengenai dampak hancurnya hidup para mantan pengguna.
”Kami ingin mencetak generasi muda yang tangguh. Anak-anak ini adalah tumpuan masa depan keluarga, sekolah, dan negara. Melalui edukasi ini, kami berharap mereka tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutur AKP Hidayaturrachman.
Beliau juga menitipkan pesan mendalam agar para pelajar tidak sekali-kali mencoba narkoba, mengingat remaja sering kali menjadi target empuk para pengedar.
Di samping itu, Kapolsek juga mengimbau agar para siswa menghindari aksi perundungan (bullying) serta segala bentuk aktivitas negatif yang berpotensi melanggar hukum.
Sebagai penutup, AKP Hidayaturrachman mengingatkan bahwa pengawasan anak tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja.
“Diperlukan kolaborasi dan sinergi yang kuat antara guru di sekolah serta orang tua di rumah untuk terus memantau tumbuh kembang anak secara konsisten,” pungkasnya.(tam)








Komentar untuk post