JOMBANGTV – Menara Masjid Jami’ Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas kini tampil dengan wajah baru menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Ikon bersejarah yang telah menjadi penanda kawasan pesantren selama puluhan tahun itu dipercantik melalui pengecatan ulang oleh panitia lokal dengan dominasi warna putih yang dipadukan sentuhan emas. Perpaduan warna tersebut dipilih agar selaras dengan identitas visual Muktamar NU ke-35 sekaligus memberikan kesan megah dan elegan bagi para tamu yang akan hadir di Kota Santri.
Pengecatan menara merupakan bagian dari penataan kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum menjelang kedatangan sekitar 6.000 muktamirin dari berbagai daerah di Indonesia. Selain mempercantik menara yang menjadi salah satu ikon pesantren, panitia lokal juga terus mengebut penyelesaian berbagai fasilitas pendukung, mulai dari akses kawasan, sarana ibadah, area parkir, hingga penataan lingkungan agar seluruh rangkaian muktamar dapat berlangsung dengan nyaman, aman, dan tertib.
Menara Masjid Jami’ Bahrul Ulum sendiri menyimpan sejarah panjang perjalanan pesantren. Bangunan bersejarah yang telah berusia lebih dari 100 tahun ini menjadi salah satu ikon Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sekaligus saksi perkembangan pendidikan Islam di Jombang. Sejak berdiri, menara tidak hanya difungsikan sebagai tempat mengumandangkan azan, tetapi juga menjadi simbol perkembangan Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang telah melahirkan banyak ulama, cendekiawan, dan tokoh bangsa. Hingga kini, keaslian bentuk arsitekturnya tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan sejarah pesantren.
Keberadaan menara memiliki makna historis yang erat dengan perjalanan Nahdlatul Ulama. Pondok Pesantren Bahrul Ulum merupakan tempat kelahiran KH. Abdul Wahab Chasbullah, salah satu pendiri sekaligus konseptor berdirinya NU. Dari lingkungan pesantren inilah lahir berbagai gagasan yang kemudian melandasi berdirinya organisasi Islam terbesar di Indonesia pada tahun 1926. Karena itu, menara Tambakberas bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi juga menjadi saksi perjalanan dakwah, pendidikan, dan perjuangan para ulama Nahdlatul Ulama.
Penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas memberikan makna tersendiri bagi warga Nahdliyin. Sentuhan warna putih dan emas pada menara menjadi simbol penyambutan sekaligus penghormatan terhadap para muktamirin yang akan hadir. Di balik wajah baru tersebut, menara tetap mempertahankan nilai sejarahnya sebagai ikon pesantren yang menghubungkan warisan para pendiri NU dengan semangat membangun masa depan organisasi melalui permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama.








Komentar untuk post