• About
  • Contcat Us
Jumat, 17 Juli, 2026
Jombang TV
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Login
  • Home
  • BERITA
  • POLITIK DAN PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • INFO
  • HIBURAN
  • Berita Foto
  • Video
  • Home
  • BERITA
  • POLITIK DAN PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • INFO
  • HIBURAN
  • Berita Foto
  • Video
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jombang TV
Home BERITA

Tuntut Solusi PHK Massal, Puluhan Buruh PT SGS Jombang Dirikan Tenda Depan Kantor Disnaker

A2n Oleh A2n
17 Juli 2026
0
Tuntut Solusi PHK Massal, Puluhan Buruh PT SGS Jombang Dirikan Tenda Depan Kantor Disnaker
107
DIBAGIKAN
151
DILIHAT
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

JOMBANG.TV – Puluhan buruh korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal dari PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Jombang melakukan aksi solidaritas dengan mendirikan tenda di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang di Jalan KH Wahid Hasyim.

Aksi nekat ini dipicu oleh lambatnya proses mediasi oleh pemerintah daerah terkait perselisihan industrial yang mereka hadapi.

BacaJuga

Kreatif! Polsek Peterongan Sosialisasikan Bahaya Narkoba Lewat Musik di MPLS SMPN 1

Lawatan dari Teheran, KH Yahya Cholil Staquf Cek Kesiapan Tuan Rumah Muktamar NU di Tambakberas

​Massa yang bertahan di lokasi mendirikan tenda darurat di bahu jalan serta membentangkan berbagai poster tuntutan. Imbas dari aksi ini, sekitar separuh badan Jalan KH Wahid Hasyim terpaksa ditutup sementara.

​”Kami mendesak agar proses mediasi segera digelar hari ini. Masalah ini harus tuntas tanpa ditunda-tunda lagi,” tegas Ketua Serikat Buruh Plywood Jombang (SBPJ), Hadi Purnomo, Jum’at 17/06/26.

​Hadi menambahkan bahwa para buruh berkomitmen untuk terus bertahan di lokasi sampai tuntutan mereka dipenuhi.

​”Kami siap bersitegang dan bertahan di tenda ini, bahkan hingga satu bulan ke depan jika memang tidak ada iktikad baik untuk menyelesaikan masalah ini,” imbuhnya.

​Berdasarkan data dari SBPJ, jumlah pekerja yang terkena dampak rasionalisasi sepihak ini terus meningkat tajam. Dari yang semula dilaporkan berkisar seribu orang, kini melonjak hingga 1.286 pekerja.

​Dari ribuan pekerja yang dirumahkan, sebanyak 52 buruh memilih konsisten menempuh jalur hukum dan menolak keputusan PHK tersebut karena merasa tidak pernah melakukan pelanggaran indisipliner.

​Serikat buruh juga menuding alasan kerugian finansial yang diklaim manajemen PT SGS hanyalah dalih semata. Kecurigaan ini diperkuat dengan fakta di lapangan bahwa perusahaan justru merekrut tenaga kerja alih daya (outsourcing) baru untuk menggantikan posisi karyawan yang di-PHK.

​”Sangat tidak masuk akal jika perusahaan mengaku merugi, namun di saat yang sama mereka memasukkan ratusan tenaga kerja baru berstatus outsourcing. Bahkan, pekerjaan-pekerjaan inti yang semestinya dikerjakan karyawan tetap kini dialihkan ke pekerja alih daya tersebut,” papar Hadi.

​Selain keabsahan PHK, polemik pembayaran hak pekerja juga memicu kemarahan buruh. Manajemen PT SGS dilaporkan hanya bersedia membayar pesangon sebesar 0,5 persen dari ketentuan regulasi yang berlaku. Ironisnya, nominal yang sudah dipotong tersebut masih dicicil selama 10 bulan.

ADVERTISEMENT

​”Ada buruh yang pada akhirnya hanya menerima sekitar Rp3 juta per bulan dari cicilan itu. Nilai sekecil itu habis hanya untuk menyambung hidup sehari-hari, sama sekali tidak bisa diputar untuk modal usaha mandiri,” keluh Hadi.

​Sebelum menggelar aksi di jalanan, pihak SBPJ mengklaim telah berupaya menempuh jalur damai melalui perundingan bipartit sebanyak dua kali. Namun, upaya tersebut berujung jalan buntu (deadlock).

​Meskipun kasus ini telah resmi dilimpahkan ke Disnaker Jombang sejak hampir sebulan lalu, proses mediasi resmi tak kunjung terlaksana. Hal inilah yang memicu buruh turun ke jalan untuk mendesak dinas terkait segera menjalankan fungsi mediasi secara objektif.

​Sebagai informasi, kasus PHK massal di PT SGS sebelumnya mencuat dengan dalih efisiensi akibat kerugian operasional. Namun, kebijakan tersebut dinilai kontradiktif lantaran perusahaan dilaporkan kembali merekrut sekitar 500 hingga 600 karyawan baru yang difokuskan pada divisi perbaikan (repairing) sesaat setelah mendepak para pekerja tetapnya.

Sementara, Kepala Disnaker Jombang Isawan Nanang mengatakan, sejak awal pihaknya telah menangani persoalan PHK massal tersebut bersama Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur karena jumlah pekerja terdampak cukup besar.

“Penanganannya memang kita lakukan bersama dengan provinsi karena kasus ini menjadi atensi,” katanya.

Menurut Nanang, salah satu tuntutan buruh adalah agar proses mediasi dilaksanakan di Kabupaten Jombang. Permintaan tersebut telah dikomunikasikan dengan Bidang Hubungan Industrial Disnaker Provinsi Jawa Timur.

“Tadi sudah kami dialogkan dengan provinsi. Selama berkasnya lengkap, mediasi bisa segera diproses,” pungkasnya.(tam)

Berita Terkait

Hanya Jaring 1 Murid Baru, Jumlah Siswa SDN Mojongapit 3 Jombang Merosot Tajam

Hanya Jaring 1 Murid Baru, Jumlah Siswa SDN Mojongapit 3 Jombang Merosot Tajam

4 hari yang lalu
171
Perkuat Marwah Pers di Zaman Digital, PWI Jombang Gembleng 41 Wartawan Melalui OKK

Perkuat Marwah Pers di Zaman Digital, PWI Jombang Gembleng 41 Wartawan Melalui OKK

6 hari yang lalu
159
Dampak Positif Muktamar NU, Bisnis Sewa Rumah di Tambakberas Jombang Laris Manis

Dampak Positif Muktamar NU, Bisnis Sewa Rumah di Tambakberas Jombang Laris Manis

1 minggu yang lalu
175
Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Jombang Serahkan Penghargaan untuk Personel dan Warga Berprestasi

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Jombang Serahkan Penghargaan untuk Personel dan Warga Berprestasi

1 minggu yang lalu
158
KNPI Jombang Temui Bupati Warsubi, Siap Jadi Mitra Strategis dan Mitra Kritis Pembangunan Daerah

KNPI Jombang Temui Bupati Warsubi, Siap Jadi Mitra Strategis dan Mitra Kritis Pembangunan Daerah

1 minggu yang lalu
161
Tak Pandang Latar Belakang, Pemkab Jombang Pastikan Seluruh Warga Berhak Berobat

Tak Pandang Latar Belakang, Pemkab Jombang Pastikan Seluruh Warga Berhak Berobat

2 minggu yang lalu
233

Komentar untuk post

Cari Berita

Trending News

  • Dari GPMN ke Gema Puan untuk Pilpres 2024

    Gema Puan : Relawan Jokowi Mulai Panik

    8726 Dibagikan
    Share 3490 Tweet 2182
  • Polisi Lumpuhkan Pria Bersenjata Tajam Yang Mengamuk di Mako Polres Jombang

    4731 Dibagikan
    Share 1892 Tweet 1183
  • Serentak se-Indonesia Warga Thoriqoh Shidiqiyah Persiapkan Peringatan Maulid Nabi

    3700 Dibagikan
    Share 1480 Tweet 925
  • POCIL Jadi Sorotan dalam Upacara Penurunan Bendera HUT ke-80 RI di Alun-Alun Jombang

    3400 Dibagikan
    Share 1360 Tweet 850
  • Diskon PPnBM 100% Berlanjut, Ini Deretan Harga Mobil Toyota

    2633 Dibagikan
    Share 1053 Tweet 658
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Jombang TV

PT. Kahuripan Loka Media, menyajikan berita dan hiburan terkini, aktual dan terpercaya dari wilayah Jombang dan sekitarnya.

Terbaru

Tuntut Solusi PHK Massal, Puluhan Buruh PT SGS Jombang Dirikan Tenda Depan Kantor Disnaker

Dekranasda Jombang Gandeng Lia Afif, 13 Motif Batik Siap Tampil di IFW 2026

Diduga Edarkan Pil Dobel L, Pegawai Swasta di Jombang Diciduk Polisi

Kreatif! Polsek Peterongan Sosialisasikan Bahaya Narkoba Lewat Musik di MPLS SMPN 1

Trending

Dua Hari Tak Masuk Kerja, Seorang Juru Masak di Jombang Ditemukan Meninggal di Kamarnya

Yuliati Nugrahani Apresiasi Prestasi Putra-Putri Jombang di Ajang Indonesia Model Search 2026

Tak Pandang Latar Belakang, Pemkab Jombang Pastikan Seluruh Warga Berhak Berobat

Estafet Kepemimpinan di Polres Jombang: Kasat Reskrim dan Sederet Kapolsek Resmi Berganti

© 2016 - 2025 PT. Garuda Media Telematika

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERITA
  • POLITIK DAN PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • KRIMINAL
  • EKONOMI
  • BERITA FOTO
  • Video

© 2016 - 2025 PT. Garuda Media Telematika

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In