JOMBANG.TV – Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya mendukung swasembada gula nasional melalui launching penanaman tebu perdana di lahan Kodim 0814 Jombang yang digelar di Koramil Diwek, Sabtu (3/1/2026).
Bupati Jombang Warsubi menyampaikan bahwa penguatan sektor pergulaan merupakan bagian penting dari ketahanan pangan nasional dan sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian pangan berbasis kekuatan produksi daerah.
“Ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. Program tebu yang kita jalankan di Jombang ini linier dengan kebijakan Presiden Prabowo untuk memperkuat swasembada pangan nasional, termasuk swasembada gula,” tegas Warsubi.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Jombang tahun 2024, capaian sektor pergulaan menunjukkan tren positif. Luas areal tanam tebu mencapai 10.787 hektar, meningkat dari 10.102 hektar pada tahun 2023.
Total produksi tebu, lanjut Warsubi, tercatat 787.246 ton dengan rendemen rata-rata 7,11 persen, naik dari 6,5 persen pada tahun sebelumnya. Dari capaian tersebut, produksi Gula Kristal Putih (GKP) setara 56.009 ton.
“Capaian itu menempatkan Jombang sebagai salah satu sentra tebu penting di Jawa Timur,” ungkapnya.
Untuk menjaga keberlanjutan produktivitas, Pemkab Jombang terus mendorong program bongkar ratoon sebagai langkah strategis peremajaan tanaman tebu.
Program bongkar ratoon di Kabupaten Jombang menargetkan luasan awal 2.550 hektar serta perluasan areal tanam baru seluas 100 hektar.
Setiap hektar petani menerima bantuan benih sebanyak 60.000 mata tunas senilai sekitar Rp10 juta, serta bantuan ongkos tenaga kerja sebesar Rp4 juta.
Pada tahap I, realisasi bongkar ratoon mencapai 502,22 hektar dan seluruh benih telah ditanam. Tahap II dilanjutkan seluas 67,87 hektar bongkar ratoon dan 21 hektar perluasan areal.
Menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian terkait pemanfaatan lahan bekas ubi kayu dan kawasan hutan, pada tahap III diajukan bongkar ratoon seluas 43,50 hektar dan perluasan areal 40 hektar, dengan target pengembangan kawasan hingga 1.130 hektar.
Selanjutnya, melalui usulan tahap IV, Kabupaten Jombang mengajukan CPCL seluas 2.640,49 hektar, yang melibatkan lahan petani, Perhutani, pabrik gula, serta lahan Kodim. Dengan demikian, total usulan program bongkar ratoon Kabupaten Jombang hingga awal 2026 mencapai 3.315,08 hektar.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Warsubi juga menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0814 Jombang atas dukungan aktif dalam penguatan ketahanan pangan.
“Kami mengapresiasi Kodim 0814 Jombang yang tidak hanya berperan menjaga keamanan wilayah, tetapi juga terlibat langsung dalam program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan untuk penanaman tebu,” ujarnya.
Dengan potensi lahan, dukungan petani, serta sinergi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Jombang optimistis mampu berkontribusi signifikan dalam mewujudkan target swasembada gula konsumsi nasional tahun 2028. (Fit)












Komentar untuk post