JOMBANGTV – Kebakaran rumah terjadi di Jl. Adityawarman No. 36, Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang, pada Jumat (17/4/2026) malam. Peristiwa ini menimpa sebuah rumah tinggal dua lantai yang dihuni tujuh orang.
Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sementara satu korban lainnya harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi pingsan setelah berhasil dievakuasi.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 23.58 WIB. Saat kejadian, seluruh penghuni diketahui berada di lantai atas dan tengah tertidur lelap, sementara api sudah mulai membesar di bagian bawah rumah.
Berdasarkan kronologi, sekitar pukul 23.40 WIB para penghuni mencium bau asap. Ketika diperiksa, api ternyata telah membesar dan melahap sejumlah barang di lantai bawah. Menyadari situasi berbahaya, mereka berteriak untuk meminta bantuan warga sekitar.
Salah satu warga, Andik (40), mengaku sempat mendengar beberapa kali ledakan dari arah rumah tersebut. “Yang terbakar itu rumah besar di situ, tadi dengar ada tiga kali ledakan juga,” ujarnya.
Warga juga melihat kepulan asap tebal sebelum api tampak membesar dan membakar bangunan.
Supervisor BPBD Jombang, Stevy Maria, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa api berhasil dipadamkan pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
“Benar, kejadian terjadi Jumat malam. Api berhasil kami padamkan sekitar pukul 02.30 dini hari. Dari tujuh penghuni, lima selamat, satu pingsan dan sudah dibawa ke rumah sakit, serta satu korban meninggal dunia,” ujar Stevy Maria.
Menurut informasi yang dihimpun, titik api diduga berada di dekat kamar asisten rumah tangga (ART), sehingga korban yang terdampak termasuk pekerja tersebut.
“Diduga korban meninggal tidak sempat menyelamatkan diri karena asap yang sangat tebal memenuhi ruangan,” tambahnya.
Proses evakuasi dan pemadaman sempat mengalami kendala karena kondisi rumah yang relatif sempit, dilengkapi pintu harmonika di bagian depan serta pagar di lantai dua, sehingga petugas harus membongkar sejumlah bagian bangunan untuk menjangkau seluruh ruangan.
“Kendala di lapangan, akses masuk cukup terbatas karena adanya pintu harmonika dan pagar di lantai dua, sehingga petugas harus membuka dan membongkar bagian rumah satu per satu saat evakuasi,” pungkasnya.









Komentar untuk post