JOMBANG.TV — Upaya membangun budaya peduli lingkungan di tingkat masyarakat terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Jombang. Salah satunya melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Lingkungan Tahun 2026 yang melibatkan sekitar 300 peserta dari kader lingkungan dan Tim Penggerak PKK desa maupun kelurahan.
Kegiatan ini menjadi ruang temu gagasan sekaligus penguatan peran kader sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, menegaskan bahwa tantangan lingkungan saat ini tidak bisa ditangani hanya oleh pemerintah.
“Kita menghadapi tantangan lingkungan yang tidak ringan. Pemerintah memang terus mendorong program seperti Proklim dan Desa Berseri, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat, khususnya kader lingkungan dan PKK,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kapasitas kader menjadi langkah penting agar gerakan lingkungan tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan benar-benar menjadi kebiasaan hidup sehari-hari.
“Kader harus mampu mendorong partisipasi warga, menghadirkan inovasi lokal, dan memastikan gerakan ini terus hidup. Di sinilah pentingnya sinergi antara PKK, kader lingkungan, dan pemerintah,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi. Ia menilai PKK memiliki posisi strategis karena langsung menyentuh keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
“PKK itu bekerja dari rumah ke rumah, dari keluarga ke keluarga. Melalui 10 program pokok PKK, khususnya di bidang lingkungan dan kesehatan, kader memiliki kekuatan besar untuk mengubah perilaku masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih erat antara kader PKK dan kader lingkungan agar pesan-pesan pelestarian lingkungan tidak hanya tersampaikan, tetapi juga dijalankan secara berkelanjutan.
“Saya berharap kegiatan ini bukan hanya agenda sesaat. Apa yang kita lakukan hari ini harus menjadi bagian dari upaya menjaga bumi untuk generasi yang akan datang,” tegasnya.
Dorong Desa Berbasis Lingkungan
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Kampung Iklim (Proklim) dan program Desa Berseri (Bersih dan Lestari) yang terus dikembangkan di Kabupaten Jombang.
Sejumlah wilayah bahkan telah menunjukkan capaian positif. Beberapa di antaranya berhasil meraih kategori Madya pada program lingkungan tahun 2025, seperti Dusun Ngemplak Selatan, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung.
Selain itu, terdapat wilayah yang masuk kategori Madya sekaligus berstatus Binaan Lestari, di antaranya Dusun Carok Wetan (Desa Jabon), Dusun Ngogri (Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh), RW 02 Kelurahan Jombatan, serta RW 01, RW 02, dan RW 04 di Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang.
Dukungan Nyata untuk Aksi di Lapangan
Tak berhenti pada penguatan kapasitas, pemerintah daerah juga memberikan dukungan konkret berupa sarana prasarana. Mulai dari ribuan bibit tanaman, komposter, hingga tempat sampah beroda untuk desa calon Proklim tahun 2026.
“Langkah ini diharapkan mampu memperkuat praktik pengelolaan lingkungan langsung di tingkat masyarakat,” ujar Miftahul Ulum, Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Lebih jauh, kader lingkungan dan PKK diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana program, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak perubahan. Dimulai dari rumah tangga, lalu meluas ke lingkungan desa.
“Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Jombang menargetkan semakin banyak desa dan kelurahan yang bisa menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan hidup berbasis partisipasi masyarakat,” tegasnya.
“Lingkungan yang bersih dan lestari bukan hanya program pemerintah, melainkan gerakan bersama,” pungkasnya. (Fit)








Komentar untuk post