• About
  • Contcat Us
Jumat, 5 Juni, 2026
Jombang TV
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Login
  • Home
  • BERITA
  • POLITIK DAN PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • INFO
  • HIBURAN
  • Berita Foto
  • Video
  • Home
  • BERITA
  • POLITIK DAN PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • INFO
  • HIBURAN
  • Berita Foto
  • Video
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jombang TV
Home POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Reog Menyatukan: Hangatnya Silaturahmi Abah Warsubi di Tanah Ponorogo

Fit Oleh Fit
27 Juni 2025
0
Reog Menyatukan: Hangatnya Silaturahmi Abah Warsubi di Tanah Ponorogo
192
DIBAGIKAN
271
DILIHAT
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

JOMBANG.TV – Malam itu, Kamis (26/06/2025), langit Ponorogo berpendar cahaya lampu hias. Angin membawa bunyi gamelan membelah kerumunan yang memadati alun-alun.

Di tengah semarak penutupan Festival Reog Nasional sekaligus puncak perayaan Grebeg Suro 1 Muharram 1447 Hijriah, hadir sepasang tamu kehormatan dari Kabupaten Jombang, Bupati Warsubi dan Ketua TP PKK, Yuliati Nugrahani.

BacaJuga

Mayoritas Tower di Jombang Belum Miliki SLF, Pemkab Lakukan Penyegelan Bertahap

Pemkab Jombang Lantik 84 Pejabat Manajerial, Bupati Warsubi Tegaskan Rotasi untuk Dorong Kinerja dan Inovasi

Sebelum berbaur dengan gegap gempita festival, Abah Warsubi bersama Ibu Yuliati terlebih dulu singgah di kediaman pribadi Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Sambutan hangat langsung menyambut di teras rumah: pelukan erat, tepukan di punggung, dan tawa kecil—layaknya dua sahabat lama yang akhirnya melepas rindu

setelah sekian waktu terpisah kesibukan.
“Jombang itu Ijo dan Abang. Bagaimana cara menyatukan Jombang? Pak Bupati ini jagonya,” kata Sugiri pada Warsubi disambut senyum dan gelak tawa semua yang mendengarnya.

Sugiri mengenal sahabatnya itu dengan baik. Baginya, jika semua kalangan disatukan. Baik kalangan ijo maupun kalangan abang disatukan maka akan sukses luar biasa.

“Pak Bupati ini luar biasa karena bisa menyatukan berbagai kalangan menjadi satu. Jika kalangan ijo dan abang dikolaborasikan maka akan menjadi Jombang yang sukses luar biasa,” katanya.

Tak butuh waktu lama, selepas berbincang hangat, Warsubi bersama rombongan tamu kehormatan berjalan kaki beriringan menuju alun-alun Ponorogo.

Di sepanjang jalan, warga berbaris menyambut, menatap kagum keakraban dua pemimpin daerah yang dikenal selalu saling mendukung satu sama lain.

Sementara itu, langkah kaki rombongan berhenti di deretan tempat duduk yang di depannya merupakan panggung megah yang berhias ornamen klasik Jawa. Dentuman kendang dan sorak penonton menandai penampilan Reog Ponorogo remaja akan segera dimulai.

Di antara barisan penari berkepala singa raksasa, gerak gemulai penata tari muda memukau siapa pun yang memandang.

Seekor Singo Barong, kepala harimau raksasa berhias bulu merak menjulang, muncul gagah di tengah panggung. Penarinya, seorang pemuda dengan ikat kepala merah, memikul topeng raksasa seberat puluhan kilogram di pundaknya. Setiap hentakan kakinya menimbulkan getaran, seolah panggung turut berguncang.

Di belakangnya, barisan Jathilan menari lincah, memainkan kuda kepang sambil menggertakkan gigi dan sesekali memamerkan senyum manisnya.

Konon, cerita ini berawal dari Raja Klono Sewandono, penguasa Bantarangin yang jatuh hati pada Dewi Songgo Langit, putri Kerajaan Kediri. Untuk meminang sang putri, Klono tak datang sendirian. Ia membawa pasukan berkuda yaitu para penari jathilan, dan seekor Singa Barong yang kepalanya dihiasi mahkota bulu merak.

Di balik gemerlap dadak merak, terselip simbol-simbol protes. Kepala harimau di bawah merak konon menjadi sindiran halus dimana seorang raja yang tampak gagah, sejatinya dikendalikan oleh sang permaisuri.

ADVERTISEMENT

Lakon ini diyakini lahir di masa Majapahit berkuasa, saat rakyat Ponorogo menyalurkan suara protes dengan cara paling halus dengan menari dan menabuh gamelan.

Lalu ada pula Bujang Ganong, patih muda nan lincah yang menjadi bumbu hidup setiap pentas Reog. Geraknya kocak, jenakanya memecah tegang, tapi jangan salah, di balik topeng jenaka Ganong tersimpan filosofi kecerdikan rakyat kecil. Ia simbol siasat wong cilik yang tak gentar menantang kuasa.

Di setiap derap langkah Reog Ponorogo, terpahat jejak sejarah yang jauh melampaui dentum kendang dan kibasan bulu merak.
Malam kian larut, tapi ribuan pasang mata tetap bertahan demi merayakan tradisi yang tak pernah lekang oleh waktu.

Turut hadir di barisan kehormatan, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, yang tampak sesekali berbincang hangat dengan Abah Warsubi.

Malam itu, tak hanya jadi saksi kebersamaan lintas daerah, tetapi juga pengingat bagaimana budaya mampu merajut persahabatan dan silaturahmi para pemimpin.

Didaulat Memberikan Penghargaan Festival Reog Nasional


Menjelang puncak acara, Warsubi melangkah ke panggung, didaulat menyerahkan hadiah kepada penata tari terbaik dari grup Reog Gajah Menggolo SMA Negeri 1 Ponorogo.

Tepuk tangan membahana ketika Warsubi, dengan senyum khasnya, menyalami para penari muda. Sebuah simbol bahwa regenerasi budaya tetap dijaga, sekaligus jembatan penghubung Jombang–Ponorogo yang kian erat oleh warisan seni.

“Reog Ponorogo bukan sekadar tontonan, tetapi warisan budaya yang menyatukan semangat, keberanian, dan kearifan leluhur. Kita di Jombang patut belajar menjaga warisan ini, agar generasi muda tetap bangga dengan akar budayanya,” ujar Warsubi.

Ia juga mengapresiasi festival Reog tingkat nasional yang terus digelar setiap tahun dan berhasil menarik minat berbagai kalangan dari seluruh Indonesia ini.

Budaya Reog Ponorogo ini, kata Warsubi, telah resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Menjadi salah satu warisan seni yang luar biasa, yang tidak hanya menjadi milik Ponorogo tapi juga kebanggaan bangsa.

Malam di Ponorogo usai dengan rasa hangat. Persahabatan Warsubi dan Bupati Ponorogo, diikat Reog, dipayungi Grebeg Suro, dan diabadikan dalam langkah kaki menuju alun-alun.

Sebuah kisah yang barangkali sederhana, namun sarat makna tentang sahabat, budaya, dan ikatan yang tak mudah putus oleh jarak dan waktu. (Fit)

Tags: 1 Muharram1 surobupati jombangbupati Ponorogogrebeg suroReog

Berita Terkait

Apel awal tahun dipimpin langsung Bupati Jombang Warsubi di lapangan Pemkab Jombang, Jum'at (2/1/2026)

Apel Awal Tahun 2026, Pelanggaran Disiplin ASN Pemkab Jombang Turun Signifikan

5 bulan yang lalu
195
Misi Besar PUSPA Arimbi: Bentuk Remaja Jombang yang Berani dan Terlindungi!

Misi Besar PUSPA Arimbi: Bentuk Remaja Jombang yang Berani dan Terlindungi!

6 bulan yang lalu
317
Molor dan Kini Ambruk: Nasib Tugu Rp1 Miliar di Jombang Jadi Sorotan

Molor dan Kini Ambruk: Nasib Tugu Rp1 Miliar di Jombang Jadi Sorotan

6 bulan yang lalu
294
Dishub Pastikan PJU Arah Tembelang Nyala, Peningkatan Lampu Diupayakan

Dishub Pastikan PJU Arah Tembelang Nyala, Peningkatan Lampu Diupayakan

6 bulan yang lalu
204
Program Bapak Asuh Petani Muncul sebagai Inovasi dalam Dialog Pertanian Jombang

Program Bapak Asuh Petani Muncul sebagai Inovasi dalam Dialog Pertanian Jombang

6 bulan yang lalu
233
Temu Usaha Pertanian: Langkah Sinergis Pemkab Jombang Mewujudkan Program Ketahanan Pangan

Temu Usaha Pertanian: Langkah Sinergis Pemkab Jombang Mewujudkan Program Ketahanan Pangan

6 bulan yang lalu
213
Next Post
Gubernur Jatim Serahkan Bantuan Sosial Rp 5,69 Miliar di Jombang

Gubernur Jatim Serahkan Bantuan Sosial Rp 5,69 Miliar di Jombang

Penghargaan Bapak BPD untuk Abah Warsubi: Bukti Komitmen Membangun Desa

Penghargaan Bapak BPD untuk Abah Warsubi: Bukti Komitmen Membangun Desa

Abah Warsubi Turun ke Jalan Rusak, Harapan Warga Kedungdendeng Menyala

Abah Warsubi Turun ke Jalan Rusak, Harapan Warga Kedungdendeng Menyala

Pagelaran Wayang Kulit Polres Jombang, Bentuk Pelestarian Budaya Bangsa

Pagelaran Wayang Kulit Polres Jombang, Bentuk Pelestarian Budaya Bangsa

Fun Bike Hari Bhayangkara: Saat Bupati dan Kapolres Meretas Jarak dengan Warga

Fun Bike Hari Bhayangkara: Saat Bupati dan Kapolres Meretas Jarak dengan Warga

Komentar untuk post

Cari Berita

Trending News

  • Dari GPMN ke Gema Puan untuk Pilpres 2024

    Gema Puan : Relawan Jokowi Mulai Panik

    8720 Dibagikan
    Share 3488 Tweet 2180
  • Polisi Lumpuhkan Pria Bersenjata Tajam Yang Mengamuk di Mako Polres Jombang

    4729 Dibagikan
    Share 1892 Tweet 1182
  • Serentak se-Indonesia Warga Thoriqoh Shidiqiyah Persiapkan Peringatan Maulid Nabi

    3696 Dibagikan
    Share 1478 Tweet 924
  • POCIL Jadi Sorotan dalam Upacara Penurunan Bendera HUT ke-80 RI di Alun-Alun Jombang

    3395 Dibagikan
    Share 1358 Tweet 849
  • Diskon PPnBM 100% Berlanjut, Ini Deretan Harga Mobil Toyota

    2630 Dibagikan
    Share 1052 Tweet 658
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Jombang TV

PT. Kahuripan Loka Media, menyajikan berita dan hiburan terkini, aktual dan terpercaya dari wilayah Jombang dan sekitarnya.

Terbaru

Jombang Terima Apresiasi Rp1 Miliar atas Keberhasilan Menekan Pengangguran

Gus Fatchrur Nahkodari APINDO Jombang, Siap Gaet Investor dan Perluasan Lapangan Kerja

Cegah Stunting Sejak Dalam Kandungan, Yuliati Warsubi Minta Kader Aktif Dampingi Ibu Hamil KEK

Pikap Asal Yogyakarta Terperosok ke Sungai Saat Melintas di Mojoagung

Trending

Gasak Motor Petani di Jombang, Dua Pelaku dan Penadah Diringkus

Mengamuk Bawa Sajam, Kakek di Wonosalam Jombang Ditangkap Usai Teror Satu Keluarga

Dari Pertahanan hingga Prestasi: Jombang Kini Punya Kawah Candradimuka Atlet Menembak

Dari Limbah Kaca hingga Kain Batik: Perjalanan Yuliati Menyusuri Denyut Kreativitas Jombang

© 2016 - 2025 PT. Garuda Media Telematika

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERITA
  • POLITIK DAN PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • KRIMINAL
  • EKONOMI
  • BERITA FOTO
  • Video

© 2016 - 2025 PT. Garuda Media Telematika

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In