JOMBANG.TV — Selain membahas agenda hilirisasi pertanian, Temu Usaha Pertanian yang digelar Dinas Pertanian Kabupaten Jombang pada Kamis (11/12/2025) juga menjadi ruang sosialisasi dan tindak lanjut Program Bapak Asuh Petani, salah satu inovasi daerah yang tengah didorong Bupati Jombang Warsubi.
Dalam paparannya, Kepala Dinas Pertanian, Muhammad Rony, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menghubungkan petani dengan dunia usaha sebagai pendamping usaha dan peningkatan kapasitas.
“Program tersebut melibatkan dunia usaha, termasuk AFCO Group, untuk mendampingi dan mengembangkan komoditas lokal, mendorong tumbuhnya wirausaha baru, serta memperkuat kapasitas petani pemula,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Dinas Pertanian saat ini fokus memperkuat produksi padi dan gula bersama masyarakat sebagai langkah strategis memenuhi kebutuhan ketahanan pangan daerah.
Keterlibatan Dunia Usaha dan Pegiat Pertanian
Selain AFCO Group, sejumlah perusahaan dan pelaku industri ikut bergabung dalam Program Bapak Asuh Petani, antara lain PT Agrindo, PT Corin Mulia Gemilang, CV Arya Bangun Samudra, Pabrik Rokok Ainur Jaya, Pabrik Rokok Supernova, Pabrik Rokok Kencono Wungu, Bapak Dedi Lesmana (buyer & supplier tembakau), Bapak Toni Hartono (buyer tembakau), Pabrik Rokok Himalaya, Pabrik Rokok Sehat Tentram, dan Pabrik Rokok 117. Turut hadir pula organisasi pertanian seperti HKTI, TMI, Askom, serta para pegiat pertanian lintas komoditas.
Lebih dari 250 peserta dari berbagai asosiasi komoditas. Mulai kopi, tembakau, padi, hortikultura hingga tanaman pangan lainnya mengikuti kegiatan sebagai bentuk komitmen memperkuat sektor pertanian Jombang.
Diwawancarai secara terpisah, Bupati Jombang, H Warsubi mengatakan, forum ini menjadi ruang konsultasi teknis sekaligus sarana memperkuat kelembagaan petani agar lebih siap menghadapi tantangan pasar modern dan terlibat aktif dalam rantai hilirisasi nasional.
“Program bapak asuh kita dorong untuk menumbuhkan wirausaha baru, memperkuat komoditas unggulan, dan memastikan ada pendampingan nyata bagi petani,” kata Bupati Warsubi.
Ia menegaskan bahwa penguatan petani merupakan bagian dari strategi besar meningkatkan daya saing pertanian Jombang.
Bupati Warsubi berharap Temu Usaha Pertanian dapat menjadi ruang lahirnya kolaborasi konkret.
“Saya ingin forum ini menjadi titik temu: tempat petani mendapatkan solusi, mitra usaha, dan peluang baru. Kalau petaninya kuat, Jombang juga akan sejahtera untuk semua,” tegasnya. (Fit)









Komentar untuk post