JOMBANG.TV — Pemerintah Kabupaten Jombang memastikan seluruh penerangan jalan umum (PJU) di jalur Tembelang arah Ploso kini telah menyala dan dalam kondisi terkendali.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemkab meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang, Sugianto, menjelaskan bahwa lampu yang terpasang saat ini masih menggunakan daya 45 watt karena statusnya merupakan aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Meski begitu, kata dia, komunikasi telah dilakukan agar titik-titik tersebut dapat di-upgrade menjadi lampu 100 watt untuk menghasilkan pencahayaan lebih maksimal.
“Insyaallah sudah nyala semua. Untuk kapasitas lampu yang sekarang 45 watt, karena itu aset provinsi. Namun sudah kami koordinasikan untuk di-upgrade menjadi 100 watt,” ujarnya.
Patroli Rutin dan Penanganan Titik Redup
Dishub Jombang juga melakukan patroli berkala untuk memastikan seluruh PJU bekerja optimal. Beberapa titik yang dinilai masih redup telah diinventarisasi dan menunggu penanganan tahap berikutnya.
Menurut Sugianto, seluruh jalur yang sebelumnya minim penerangan kini sudah terpasangi PJU, meskipun penyempurnaannya dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan.
Kondisi ini mendapatkan sambutan hangat dari warga. Sarno, pedagang bakso asal Kedung Lempuk, Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, menilai perubahan jalur Tembelang–Ploso cukup signifikan. Selain jalan yang kini lebih halus dan nyaman dilalui, keberadaan PJU membuat perjalanan lebih aman.
Meski masih merasakan beberapa titik yang kurang terang, Sarno mengapresiasi langkah pemkab dalam menghadirkan penerangan yang lebih baik.
Data PJU 2025: 7.934 Titik Terpasang, 4.130 Sudah Berusia di Atas 10 Tahun
Sepanjang tahun 2025, Dishub Jombang mencatat terdapat 7.934 titik PJU yang tersebar di seluruh wilayah. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.130 titik telah berusia lebih dari 10 tahun, sehingga masuk prioritas pemeliharaan dan peningkatan kualitas.
Selain itu, Dishub menerima lebih dari 415 aduan masyarakat terkait lampu padam atau redup, yang ditindaklanjuti dengan perbaikan pada sekitar 620 titik.
Upaya percepatan survei meterisasi listrik juga terus dilakukan agar model pembayaran listrik PJU dapat beralih dari sistem abonemen ke sistem per titik. Hal ini dinilai penting untuk efisiensi anggaran.
Rencana 2026: Upgrade Daya Lampu dan Meterisasi Bertahap
Memasuki tahun 2026, Pemkab Jombang menargetkan peningkatan daya PJU dan penyempurnaan titik-titik yang belum tertangani optimal.
“Program meterisasi listrik PJU akan diterapkan secara bertahap menggantikan sistem abonemen yang selama ini membuat biaya operasional kurang terukur,” terang Sugianto.
Pekerjaan Jalan Provinsi Berlangsung Bertahap
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas, Yohan Kartika, menegaskan bahwa pekerjaan penerangan di ruas jalan provinsi memang belum dapat tuntas dalam satu waktu karena cakupan wilayah Jawa Timur yang luas.
“Memang tahun ini ada pemasangan di Ploso–Gedeg, cuma belum tuntas semua. Baru beberapa titik saja. Tetap kami usulkan untuk tahun berikutnya,” jelasnya.
Pihaknya belum mendapatkan informasi lanjutan apakah pekerjaan tambahan akan dilakukan untuk ruas Ploso–Gedeg pada tahun mendatang.
Dengan rangkaian program mulai dari perbaikan jalan, peningkatan kualitas lampu, hingga efisiensi pemakaian listrik, Pemkab Jombang menargetkan tahun 2026 sebagai fase penguatan keselamatan berkendara khususnya di malam hari. (Fit)










Komentar untuk post