JOMBANG.TV – Pemerintah Kabupaten Jombang mencatat capaian positif dalam pengelolaan keuangan daerah. Hingga akhir tahun anggaran, serapan APBD Kabupaten Jombang mencapai 92,03 persen.
Ini menunjukkan sebagian besar program dan kegiatan pembangunan dapat dilaksanakan secara efektif dan tepat sasaran.
Capaian tersebut disampaikan oleh Warsubi usai melakukan pelantikan dan pengukuhan pejabat di ruang Swagata, Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (30/12/2025).
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa tingginya serapan anggaran merupakan indikator penting bahwa roda pemerintahan berjalan dengan baik.
“Dengan serapan APBD 92,03 persen, ini menunjukkan bahwa perencanaan dan pelaksanaan program berjalan sesuai arah. Ini bukan sekadar angka, tapi bukti bahwa kerja pemerintah bisa dirasakan masyarakat,” ujar Warsubi.
Ia menjelaskan, realisasi anggaran tersebut tercermin pada berbagai capaian pembangunan. Di bidang kesehatan, angka stunting di Kabupaten Jombang terus mengalami penurunan melalui intervensi gizi, pendampingan keluarga, serta penguatan layanan kesehatan dasar.
“Ini adalah capaian luar biasa. Kami mendapatkan penghargaan nasional dari Kementerian Kesehatan untuk Intervensi Stunting Terbaik karena bisa menurunkan angka stunting dari 4,46% hingga 3,68 di akhir tahun ini,” jelasnya.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Pada sektor sosial, Warsubi menyampaikan bahwa kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jombang berhasil ditekan hingga tidak ada, sementara angka kemiskinan secara umum mulai menunjukkan tren penurunan.
Kondisi ini menjadi sinyal positif bahwa program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berjalan efektif.
Pengangguran Berkurang Hingga 3152 Orang
Dari sisi ketenagakerjaan, Kabupaten Jombang juga mencatatkan hasil yang menggembirakan.
“Jumlah pengangguran berkurang sebanyak 3.152 orang, dari 28.738 orang pada awal masa jabatan menjadi 25.586 orang saat ini. Penurunan tersebut mencerminkan dampak dari kebijakan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja,” ungkapnya.
Bupati Warsubi juga menegaskan bahwa sektor infrastruktur menjadi salah satu penerima alokasi anggaran terbesar pada tahun ini. Pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, serta fasilitas publik terus digenjot untuk mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Menanggapi berbagai laporan masyarakat terkait kondisi jalan rusak, Warsubi memastikan pemerintah daerah akan menindaklanjuti secara bertahap.
“Kami berterima kasih atas laporan masyarakat. Perbaikan akan kami upayakan, termasuk di awal tahun dan melalui perubahan anggaran, agar jalan kembali layak dan aman digunakan,” katanya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Jombang akan memfokuskan pembangunan pada empat sektor prioritas, yakni infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Kebijakan membangun desa dan menata kota tetap menjadi arah utama, dengan memberikan kewenangan yang lebih luas kepada desa agar pembangunan dapat dilakukan sesuai kebutuhan lokal.
Selain itu, lanjut Warsubi, dukungan kepada struktur pemerintahan paling bawah juga terus diperkuat. RT dan RW telah menerima insentif sebagai bentuk apresiasi dan penguatan peran mereka dalam pelayanan masyarakat.
Di akhir pernyataannya, Bupati Warsubi menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkab Jombang.
“Terima kasih kepada seluruh pegawai, Gus Wakil Bupati Salmanudin Yazid, Bapak Sekda, Agus Purnomo dan seluruh OPD atas kinerja sepanjang tahun ini. Dengan capaian ini, kita patut optimistis untuk melangkah lebih baik ke depan untuk mencapai Jombang yang maju dan sejahtera untuk semua,” pungkasnya. (Fit)













Komentar untuk post