JOMBANGTV – Aksi pencurian dengan cara membobol toko kembali terjadi di wilayah Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Sejumlah toko di dua desa menjadi sasaran pelaku pada dini hari, yakni di Dusun Sidolegi, Desa Sumberejo dan Dusun Mediro, Desa Panglungan. Akibat kejadian tersebut, para pemilik toko mengalami kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Peristiwa pertama terjadi di sebuah warung di Dusun Sidolegi, Desa Sumberejo. Pelaku diduga telah merencanakan aksinya dengan cukup rapi. Sebelum masuk ke dalam warung, pencuri terlebih dahulu mematikan lampu-lampu yang ada di sekitar toko agar kondisi menjadi gelap.
Setelah memastikan situasi aman, pelaku kemudian masuk dengan cara menjebol tembok di bagian samping bangunan toko. Dari dalam warung tersebut, pencuri menggasak sejumlah barang dagangan berupa beberapa pack rokok serta uang tunai yang tersimpan di dalam toko.
Akibat aksi pencurian itu, pemilik warung diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp2 juta. Meski nilai kerugian tidak terlalu besar, kejadian tersebut membuat warga sekitar merasa khawatir karena pelaku berani beraksi di lingkungan permukiman.
Tidak hanya di Desa Sumberejo, aksi pencurian juga terjadi di Dusun Mediro, Desa Panglungan. Kali ini sasaran pelaku adalah toko sembako milik Tarwi (50) yang bangunannya berdempetan langsung dengan rumah tempat tinggalnya.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku terlebih dahulu mematikan kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sekitar toko. Setelah itu, pencuri masuk dengan cara mencongkel jendela toko hingga berhasil masuk ke dalam bangunan.
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari. Saat kejadian, kondisi lingkungan sekitar cukup sepi sehingga pelaku diduga leluasa mengambil berbagai barang dari dalam toko.
Akibat pencurian itu, Tarwi kehilangan sekitar 20 tabung LPG, sejumlah rokok, serta beberapa peralatan sound system. Diketahui, selain membuka toko sembako, Tarwi juga memiliki usaha penyewaan sound system sehingga peralatan tersebut disimpan di tokonya.
Meski sebagian kamera pengawas dimatikan, masih ada satu CCTV yang tidak sempat dinonaktifkan oleh pelaku. Dalam rekaman tersebut terlihat seorang pria mengenakan penutup kepala saat beraksi dan membawa senjata tajam berupa kampak.
Serangkaian kejadian pencurian ini membuat warga Kecamatan Wonosalam merasa resah. Uyud (34), salah satu warga, mengaku khawatir dengan kondisi keamanan di lingkungannya. “Dengan adanya kejadian ini kami merasa tidak aman. Warga jadi waspada karena pencurian terjadi di beberapa tempat,” ujarnya.
Menurut Uyud, sejumlah warga kini meningkatkan kewaspadaan dengan kembali mengaktifkan ronda malam dan berjaga di pos kamling. Ia berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap kasus tersebut. “Kami berharap pelaku segera tertangkap agar masyarakat bisa kembali merasa aman dan situasi Wonosalam kembali kondusif,” pungkasnya.











Komentar untuk post