JOMBANG.TV — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kabupaten Jombang Tahun 2026 resmi menetapkan Novadonna Bilytha Puspythasari sebagai Ketua PBPI Jombang.
Melalui forum tersebut, para komunitas dan klub padel di Jombang sepakat memperkuat organisasi sekaligus menyiapkan pembinaan atlet menuju berbagai ajang kompetisi, termasuk Porprov 2027.
Ketua KONI Kabupaten Jombang Sumarsono menegaskan bahwa keberadaan kepengurusan PBPI menjadi langkah awal agar cabang olahraga padel dapat resmi bergabung sebagai anggota KONI Jombang.
Menurutnya, setiap cabang olahraga yang tergabung harus mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang berlaku di KONI.
“Musyawarah kabupaten ini menjadi langkah penting. Setiap tahun sesuai Undang-Undang Keolahragaan, cabang olahraga harus melaksanakan minimal satu event tingkat kabupaten. Setelah kepengurusan terbentuk dan administrasi lengkap, padel bisa masuk sebagai anggota KONI,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa cabang olahraga yang sudah tergabung nantinya akan mendapatkan dukungan pembinaan dari pemerintah daerah melalui KONI.
“Setiap tahun ada dana pembinaan dari Pemkab Jombang, tetapi tentu ada klausulnya, yakni disesuaikan dengan kemampuan daerah.
Saat ini prestasi olahraga Jombang masih merangkak, kita berada di peringkat 13 di Jawa Timur. Semoga dengan hadirnya padel ini bisa menambah medali untuk Jombang,” kata Sumarsono.
Ia juga menyinggung bahwa dalam pembinaan menuju Porprov, batas usia atlet padel maksimal 23 tahun. Karena itu, proses pembinaan harus dilakukan sejak sekarang.
“Ini harus dikerjakan secara maraton agar pada 2027 padel sudah siap menjadi cabang olahraga yang mengikuti event resmi,” tambahnya.
Dukungan terhadap pembentukan PBPI Jombang juga datang dari komunitas dan klub padel yang ada di daerah tersebut.
Perwakilan Marcella Padel Club, Andre, menyampaikan bahwa Jombang membutuhkan organisasi yang mampu menaungi komunitas padel sekaligus mendorong lahirnya prestasi atlet daerah.
“Di Jombang perlu sebuah komunitas yang menaungi anak-anak daerah. Kami ingin Jombang memiliki prestasi tinggi di setiap jenjang. Dengan adanya padel di Jombang, kami berharap olahraga ini bisa semakin meramaikan dunia olahraga di Kabupaten Jombang,” ujarnya.
Ia juga berharap ketua yang terpilih mampu mengayomi seluruh klub yang ada.
“Kami berharap ketua nanti bisa memberikan kenyamanan bagi komunitas. Tidak mudah menjadi ketua, karena setiap klub tentu memiliki harapan yang berbeda-beda,” katanya.
Sementara itu, Steven dari Padel Toon menilai langkah Jombang membentuk organisasi padel terbilang cukup progresif.
“Kami sangat senang Jombang cukup futuristik dengan menaungi padel secepat ini. Saya sering bermain di Kediri sehingga bisa membandingkan bagaimana padel dikelola,” ujarnya.
Menurutnya, masih ada pekerjaan rumah besar untuk memperkenalkan padel kepada masyarakat, terutama terkait anggapan bahwa olahraga tersebut mahal.
“Ketika orang mendengar padel, asumsinya pasti mahal. Padahal tidak selalu begitu. Di komunitas kami juga banyak yang memakai raket sederhana. Tinggal bagaimana kita mengubah mindset masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap PBPI Jombang dapat rutin menggelar event untuk meningkatkan antusiasme masyarakat.
“Setidaknya ada event satu sampai tiga kali dalam setahun agar olahraga ini semakin dikenal,” katanya.
Hal senada disampaikan Dimas dari Leviathan Academy Club yang menekankan pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Ke depan pembinaan harus lebih ditingkatkan lagi agar kita bisa mendapatkan prestasi yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua PBPI Jombang terpilih Novadonna Bilytha Puspythasari menyampaikan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh komunitas padel di Jombang.
“Hari ini merupakan kehormatan sekaligus amanah besar bagi saya karena diberi kepercayaan memimpin PBPI Jombang. Amanah ini bukan hanya milik saya pribadi, tetapi milik kita bersama untuk memajukan olahraga padel di Kabupaten Jombang,” ujarnya.
Ia melihat perkembangan padel saat ini cukup pesat dengan munculnya berbagai komunitas dan klub.
“Antusiasme masyarakat semakin tinggi. Ini menjadi peluang besar bagi kita untuk menjadikan padel tidak hanya sebagai olahraga rekreasi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan atlet berprestasi dari Jombang,” kata Novadonna.
Ke depan, PBPI Jombang akan fokus pada pembinaan atlet muda serta pengembangan organisasi yang solid dan profesional.
“Kita ingin merangkul seluruh komunitas padel dan bekerja sama dengan KONI serta pemerintah daerah untuk mempersiapkan atlet terbaik menuju berbagai kejuaraan, termasuk Porprov 2027,” ujarnya.
Program kerja PBPI Jombang juga akan diarahkan pada pengembangan atlet usia muda. Organisasi tersebut berencana memperkenalkan olahraga padel ke sekolah-sekolah untuk menjaring talenta baru.
“Kita ingin mengajak anak-anak muda Jombang yang memiliki talenta untuk bergabung. Padel akan diperkenalkan di sekolah-sekolah, dengan sasaran usia 14 hingga 23 tahun,” jelasnya.
Selain itu, PBPI Jombang juga merancang sejumlah program seperti pelatihan atlet, peningkatan kapasitas pengurus, kerja sama dengan pelatih nasional maupun internasional, serta penyelenggaraan berbagai turnamen.
Sementara itu, Ketua PBPI Jawa Timur Rudie menyampaikan ucapan selamat kepada ketua terpilih sekaligus mengingatkan bahwa pengembangan olahraga membutuhkan kerja kolektif.
“Selamat untuk ketua terpilih. Ini sifatnya pengabdian. Semua akan terasa berat kalau hanya dikerjakan satu atau dua orang, tetapi kalau dilakukan bersama pasti akan terasa ringan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa padel saat ini terus berkembang di Indonesia bahkan telah dipertandingkan dalam ajang nasional maupun internasional.
“Sebagai informasi, padel sudah masuk di PON dan di NTB juga sudah dipertandingkan di SEA Games. Karena itu di Jombang mulai harus disiapkan atletnya,” katanya.
Rudie juga memastikan PBPI Jawa Timur siap memberikan dukungan kepada PBPI Jombang, baik secara administratif maupun pengembangan organisasi.
“Berita acara Muskab hari ini segera dikirimkan ke Sekretaris Umum Pengprov agar SK kepengurusan bisa segera diterbitkan. Dengan begitu padel Jombang bisa segera masuk ke KONI,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun Jombang tergolong baru dalam pengembangan padel, hal tersebut bukan berarti tertinggal.
“Yang belakangan bukan berarti tertinggal. Yang penting kita bergerak dulu, tidak perlu skeptis,” pungkasnya. (Fit)












Komentar untuk post