JOMBANG.TV – Gedung SMKN 1 Jombang berubah menjadi arena praktik jurnalistik yang dinamis. Puluhan siswa terlihat antusias melakukan aksi “pencegatan” terhadap Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, guna melakukan wawancara mendadak usai sang perwira memberikan materi.
Aksi tersebut bukanlah protes, melainkan bagian dari simulasi wawancara doorstop dalam program “PWI Jombang Goes to School and Campus”, yang digelar di sekolahan tersebut, selama dua hari Selasa dan Rabu (28-29 April 2026).
Di sini, para pelajar ditantang untuk menerapkan teori jurnalistik yang mereka dapatkan dari para profesional Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang.
Para siswa dikelola dalam kelompok yang menyerupai tim redaksi media. Pembagian tugas pun dilakukan secara profesional yakni ada reporter, videografer serta fotografer.
Topik yang menjadi bahan wawancara berfokus pada isu krusial bagi remaja, yakni strategi pencegahan kenakalan remaja serta persiapan generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045.
Keseruan memuncak ketika AKBP Ardi Kurniawan memberikan apresiasi khusus. Lima siswa yang dinilai paling berani dan kritis dalam bertanya mendapatkan hadiah berupa helm.
Hadiah ini bukan sekadar cendera mata, melainkan pesan simbolis mengenai pentingnya kepatuhan hukum dan keselamatan berkendara.
“Awalnya tegang harus menodongkan HP ke Pak Kapolres, tapi ternyata seru. Jadi paham rasanya menjadi wartawan yang harus sigap di lapangan,” ungkap Nabila, salah satu siswi peserta.
Kapolres Jombang menekankan bahwa keberanian berbicara di depan publik harus diiringi dengan kedisiplinan. Ia memperingatkan para siswa agar tidak merusak masa depan dengan tindakan negatif seperti balap liar, perundungan (bullying) hingga penyalahgunaan narkoba.
”Jangan gadaikan masa depan demi emosi sesaat. Lebih baik dikenal karena prestasi daripada viral karena pelanggaran hukum,” tegas AKBP Ardi.
Ia menambahkan bahwa catatan kriminal pada SKCK akan menjadi hambatan nyata di masa depan.
Sementara, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, menyambut positif kolaborasi antara kepolisian dan insan pers ini. “Metode praktik langsung membuat siswa lebih cepat menyerap edukasi hukum,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala SMKN 1 Jombang, Abdul Muntolib. Ia mengaku bangga melihat keberanian anak didiknya berinteraksi dengan pejabat publik. “Ini edukasi lengkap, dari teori disiplin hingga literasi digital dan komunikasi publik,” tuturnya.
Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menutup rangkaian acara dengan harapan agar para pelajar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga memahami proses produksi berita yang benar dan berani berhadapan dengan narasumber penting.(tam)











Komentar untuk post