JOMBANG.TV- Kabut tipis masih menggantung di lereng Wonosalam saat rombongan tamu undangan mulai berdatangan, Sabtu (16/5/2026).
Langit tampak kelabu sejak siang, seolah memberi isyarat hujan akan segera turun. Udara pegunungan yang dingin menyelimuti kawasan lokasi penanaman pohon produktif dalam rangka peringatan HUT ke-72 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Di tengah cuaca yang mulai mendung, Ketua TP PKK Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi hadir bersama jajaran pengurus PKK, tenaga kesehatan, dan para dokter spesialis anak dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kegiatan yang digagas IDAI Jawa Timur itu menjadi simbol kepedulian bersama terhadap kesehatan anak sekaligus kelestarian lingkungan.
Suasana berubah semakin dramatis ketika prosesi penanaman pohon dimulai. Rintik hujan yang awalnya turun perlahan mendadak berubah menjadi guyuran hujan deras.
Namun, kondisi itu tidak menyurutkan semangat para peserta. Dengan payung seadanya, bahkan sebagian memilih tetap basah kuyup, satu per satu bibit pohon produktif ditanam di tanah Wonosalam yang subur.
Di tengah suara hujan yang menggema di antara pepohonan, Yuliati Nugrahani Warsubi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi peringatan hari jadi organisasi profesi, sekaligus bentuk nyata investasi masa depan bagi generasi anak-anak Indonesia.
“Pohon yang kita tanam hari ini insyaAllah akan memberikan manfaat jangka panjang, menghasilkan udara yang lebih sehat, lingkungan yang lebih asri, serta mendukung ketahanan pangan keluarga di masa mendatang,” ujarnya.
Sebanyak 72 pohon produktif ditanam sebagai simbol usia ke-72 IDAI. Menurutnya, gerakan tersebut sejalan dengan Program Pokok PKK, khususnya bidang kelestarian lingkungan hidup dan kesehatan keluarga.
Ia menegaskan, kesehatan anak tidak hanya ditentukan oleh pelayanan medis yang baik, tetapi juga lingkungan tempat mereka tumbuh dan berkembang. Udara yang bersih, alam yang terjaga, serta lingkungan yang sehat menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi yang kuat dan berkualitas.
“Kita tidak hanya menjaga alam, tetapi juga menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak-anak,” tuturnya.
Tema HUT IDAI tahun ini, “Satu IDAI, Satu Tujuan: Bersama Mengawal Kesehatan Anak Indonesia”, katanya.
Ini menurutnya menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan anak merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, kader PKK, hingga masyarakat harus berjalan beriringan demi masa depan anak Indonesia.
Sementara itu, Ketua IDAI Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Ahmad Suryawan mengapresiasi langkah IDAI Jombang yang menghadirkan konsep peringatan HUT berbeda melalui kegiatan penanaman pohon produktif.
Menurutnya, kegiatan semacam ini sebelumnya belum pernah dilakukan dalam rangkaian peringatan HUT IDAI. Ia menilai gerakan tersebut bukan hanya peringatan, tetapi juga bentuk investasi jangka panjang bagi kehidupan dan kesehatan generasi mendatang.
“Ini bukan hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan dan kehidupan untuk masa depan anak-anak kita. Dampaknya akan dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Hujan deras yang terus turun selama prosesi penanaman justru menghadirkan kesan tersendiri. Tanah yang basah, aroma khas pegunungan, dan semangat kebersamaan para peserta menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti hanya karena cuaca.
Di akhir kegiatan, bibit-bibit pohon yang tertanam di lereng Wonosalam itu diharapkan tumbuh subur dan menjadi simbol harapan baru.
“Yang kami harapkan bukan hanya bagi kelestarian alam, tetapi juga bagi kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia,” pungkas Yuliati di tengah hujan deras yang mengguyur. (Fit)










Komentar untuk post