JOMBANG.TV — Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Jombang mulai memantapkan langkah menuju Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 melalui forum konsolidasi pengurus yang digelar pada Senin (4/5/2026).
Dalam arahannya, Ketua Dekopinda Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi menegaskan bahwa koperasi di Jombang memiliki potensi besar karena ditopang jumlah koperasi yang mencapai ratusan dan ribuan pelaku usaha mikro sebagai kekuatan ekonomi rakyat. Namun di sisi lain, masih terdapat berbagai persoalan mendasar yang harus segera dibenahi.
Banyak Koperasi Namun Butuh Peningkatan Kualitas Koperasi
“Karena itu kondisi koperasi Jombang hari ini bisa kita rangkum dalam tiga kata kunci, yaitu banyak, lemah, tetapi berpeluang,” tegasnya di hadapan jajaran pengurus Dekopinda.
Ia menjelaskan, persoalan yang dihadapi koperasi saat ini meliputi kualitas kelembagaan yang belum merata, tata kelola yang masih lemah, keterbatasan sumber daya manusia, dominasi usaha simpan pinjam, hingga rendahnya daya saing produk koperasi.
Menurut Yuliati, tantangan digitalisasi dan maraknya koperasi ilegal juga menjadi perhatian serius organisasi.
Kondisi tersebut, kata dia, tidak bisa diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan konsolidasi organisasi yang kuat agar seluruh pengurus memiliki visi yang sama dalam membangun koperasi yang sehat dan modern.
“Masalah koperasi kita hari ini bukan kekurangan jumlah, tetapi kekurangan kualitas,” ujarnya.
Rakerda Bukan Sekadar Seremonial
Melalui forum tersebut, Dekopinda Jombang menegaskan arah kebijakan organisasi ke depan, yakni memperkuat kelembagaan koperasi, meningkatkan kapasitas SDM, mendorong pengembangan usaha dan kemitraan, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing koperasi.
Sebagai langkah awal, forum konsolidasi menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Mulai dari penguatan kekompakan antar pengurus, musyawarah penyusunan rencana kerja masing-masing bidang, agenda pertemuan rutin bulanan, penataan struktur dan pembagian tugas, hingga rencana taaruf langsung ke koperasi-koperasi di berbagai wilayah Kabupaten Jombang.
Selain itu, Dekopinda juga mulai membahas sertifikasi organisasi sebagai bagian dari penguatan legalitas dan kelembagaan.
Ketua Dekopinda menekankan bahwa Rakerda 2026 mendatang tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan harus menjadi forum evaluasi yang jujur, ruang penyusunan program yang realistis, sekaligus momentum perubahan nyata bagi koperasi di Jombang.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap keputusan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan koperasi di lapangan,” katanya.
Dinas Koperasi Siap Bersinergi
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang, Hari Purnomo menyampaikan bahwa pihaknya siap membuka ruang sinergi seluas-luasnya bersama Dekopinda dalam upaya memperkuat gerakan koperasi di Kabupaten Jombang.
Menurutnya, tugas pokok Dinas Koperasi tidak hanya melakukan pembinaan administrasi, tetapi juga mendorong penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi SDM, fasilitasi pelatihan, pengembangan jejaring usaha, hingga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya berkoperasi.
Ia menilai, proses pemilihan pengurus Dekopinda yang menghasilkan Yuliati Nugrahani Warsubi sebagai ketua merupakan hasil kerja sama seluruh elemen gerakan koperasi di Jombang.
“Artinya kita sama-sama memiliki tanggung jawab untuk menyukseskan kepengurusan ini. Mari bersama bersinergi dengan Dinas Koperasi untuk mewujudkan Dekopinda yang lebih baik,” ujarnya.
Fokus Penguatan SDM dan Sertifikasi
Hari Purnomo menegaskan, Dekopinda memiliki peran penting sebagai wadah aspirasi koperasi sekaligus mitra pemerintah dan wakil gerakan koperasi di daerah. Karena itu, organisasi harus mampu menjalankan fungsi advokasi, supervisi, edukasi, serta peningkatan kompetensi SDM koperasi secara berkelanjutan.
Selain itu, Dekopinda juga didorong aktif membangun kerja sama antar koperasi maupun dengan badan usaha lainnya guna memperluas jejaring ekonomi kerakyatan.
“Kita ingin membangkitkan semangat sadar berkoperasi di tengah masyarakat. Ini penting agar koperasi benar-benar menjadi gerakan ekonomi rakyat yang hidup dan berkembang,” katanya.
Ia juga menyinggung pentingnya mendukung program KDMP serta menyiapkan sumber daya manusia unggul di lingkungan koperasi.
Menuju Dekopinda yang Humanis dan Profesional
Dengan penguatan kapasitas tersebut, ia berharap Dekopinda mampu berkembang menjadi organisasi yang profesional, humanis, mengayomi, serta memiliki jejaring kerja sama yang luas.
Ia juga mendorong agar agenda rapat rutin bulanan terus dijalankan sebagai ruang konsolidasi organisasi sekaligus sarana advokasi, fasilitasi, dan edukasi terhadap koperasi di Kabupaten Jombang.
“Mari bersama mewujudkan organisasi Dekopinda yang kuat dan mampu melahirkan koperasi-koperasi yang sehat dan berdaya saing di Kabupaten Jombang,” tuturnya.
Menutup kegiatan konsolidasi, seluruh pengurus berharap langkah awal menuju Rakerda 2026 ini dapat menjadi fondasi penting bagi transformasi koperasi di Jombang ke arah yang lebih modern, profesional, dan berpihak pada ekonomi kerakyatan.
“Dari yang sekadar banyak ini, kita dukung Koperasi di Jombang menjadi lebih kuat, sehat, dan berdaya saing,” pungkas Yuliati. (Fit)









Komentar untuk post