JOMBANG.TV – Harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Jombang mulai terlihat nyata. Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) 08 Jombang yang berlokasi di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, kini telah mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan siap digunakan pada tahun ajaran baru 2026.
Kepastian itu disampaikan langsung oleh Bupati Jombang H. Warsubi saat meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat, Selasa (19/5/2026).
Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) ini menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin.
Dalam peninjauannya, Warsubi memastikan seluruh proses pembangunan terus dipercepat agar target operasional dapat tercapai sesuai jadwal.
“Progres pembangunan saat ini sekitar 60 persen. Sesuai arahan Kemensos, Pemkab Jombang juga mulai membuka proses penerimaan peserta didik baru untuk jenjang SD, SMP, dan SMA,” ujar Warsubi.
Ia menjelaskan, masing-masing jenjang pendidikan akan membuka tiga rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 30 siswa per kelas. Saat ini pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Kemensos guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target.
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Jombang ditargetkan selesai pada 27 Juni 2026.
Menurut Warsubi, sejumlah fasilitas utama menjadi prioritas penyelesaian agar kegiatan belajar mengajar dapat segera dimulai. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, asrama siswa, masjid, hingga kantin.
“Yang paling utama diselesaikan adalah ruang kelas, asrama, tempat ibadah, dan fasilitas makan untuk anak-anak,” katanya.
Lebih lanjut, Warsubi menegaskan bahwa proses rekrutmen peserta didik sudah dimulai dan akan diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Menariknya, seluruh kebutuhan siswa akan ditanggung pemerintah. Mulai dari biaya pendidikan, tempat tinggal di asrama, makan dan minum, hingga perlengkapan sekolah disediakan secara gratis.
“Harapannya anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa sekolah dengan baik karena semuanya sudah disediakan pemerintah tanpa biaya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Jombang dari Waskita, Taufik, menyebut progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 59 persen, sedangkan khusus pembangunan di Jombang berada di angka sekitar 60 persen.
Pihaknya optimistis target yang ditetapkan pemerintah pusat dapat tercapai.
“Kami berupaya agar pembangunan bisa selesai sesuai arahan Presiden dan Menteri. Target kami pada 20 Juni sudah dapat dioperasionalkan,” ujarnya.
Saat ini pengerjaan difokuskan pada fasilitas utama seperti ruang kelas, asrama, kantin, dan sarana ibadah. Adapun fasilitas pendukung seperti gedung serbaguna akan diselesaikan pada tahap berikutnya.
“Harapannya awal Juli nanti seluruh kelengkapan sudah siap sehingga anak-anak bisa mulai bersekolah secara penuh,” pungkasnya.
Kepala Sekolah Rakyat Jombang, Andik Minarto, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Jombang dalam pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.
Menurutnya, fasilitas yang disediakan sangat representatif dan akan menjadi motivasi tersendiri bagi para siswa untuk belajar lebih giat serta meraih cita-cita mereka.
“Bangunan gedung dan fasilitas Sekolah Rakyat permanen ini sangat luar biasa. Kondisi ini tentu akan memotivasi para siswa untuk lebih semangat dalam belajar dan meraih cita-citanya. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan perhatian yang begitu besar dari Bapak Bupati Jombang beserta jajarannya sehingga Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Jombang dapat terwujud,” ujar Andik Minarto.
Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi sarana bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas sekaligus membangun karakter, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam menyongsong masa depan yang lebih baik. (Fit)










Komentar untuk post