JOMBANG.TV — Gelombang dukungan untuk mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) RI, Nadiem Makarim, mengalir dari ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Jombang.
Mereka menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) serta Kejaksaan Jombang guna menuntut pembebasan pendiri Gojek tersebut atas kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Aksi solidaritas ini diawali dengan melakukan konvoi kendaraan roda dua maupun roda empat dari Stadion Merdeka Jombang. Sambil membawa spanduk besar bertuliskan “Solidaritas Ojol Jombang R2 & R4 Bela Nadiem Makarim”.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Bagus Rasda Ananda, menegaskan bahwa demonstrasi ini berjalan secara damai dan murni lahir dari inisiatif para driver.
Menurutnya, tidak ada kepentingan politik atau pihak luar yang menunggangi gerakan tersebut. Massa meyakini bahwa Nadiem tidak bersalah dan tidak menikmati aliran dana dari kasus yang dituduhkan.
”Tuntutan kami adalah agar Pak Nadiem divonis seringan-ringannya, atau bahkan bebas murni. Kami menilai tidak ada bukti bahwa beliau menerima aliran dana tersebut,” ujar, Kamis 21/05/26.
Bagus menambahkan, para pengemudi ojol rela menyisihkan uang pribadi dan patungan demi menyelenggarakan aksi ini. Bagi mereka, Nadiem Makarim adalah sosok pahlawan yang telah berjasa membuka lapangan kerja luas dan mendongkrak perekonomian UMKM melalui platform digital yang diciptakannya.
”Kami berharap majelis hakim di PN Jombang dapat mendengar aspirasi ini dan meneruskannya ke otoritas terkait demi tegaknya keadilan,” tegasnya.
Sebelumnya, Nadiem Makarim menghadapi tuntutan berat dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Rabu (13/05/26). Jaksa Penuntut Umum (JPU) meyakini mantan menteri tersebut bersalah dalam perkara korupsi pengadaan laptop Chromebook serta Chrome Device Management (CDM).
Dalam sidang tersebut, Nadiem dituntut hukuman penjara 18 tahun kurungan, denda Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan. Uang pengganti total mencapai lebih dari Rp 5,6 triliun (terdiri dari komponen Rp 809,5 miliar dan Rp 4,87 triliun).(tam)









Komentar untuk post