JOMBANG – Sebanyak 1.000 anak yatim dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jombang menerima santunan dalam kegiatan Santunan 1000 Yatim & Kick Off Gerakan Jombang Berinfaq yang digelar di Masjid Agung Baitul Mukminin, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur, BAZNAS Kabupaten Jombang, serta sejumlah lembaga zakat dan filantropi di Jombang, di antaranya LAZiSNU Jombang, LAZIS Al Haromain, UPZ Kemenag Jombang, LSPT Jombang, Rombong Sedekah, LAZISMU, Al-Izzah Peduli Umat, BMH, Roushon Fikr Peduli, Laz UQ, dan UPZ BMT NU.
Santunan yang diberikan berupa tas sekolah, alat tulis, dan uang saku. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak yatim sekaligus menambah semangat belajar mereka di bulan Ramadan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Jombang, Veri Rifdian Virdani, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap anak yatim.
“Kami ingin anak-anak yatim di Jombang merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Ada masyarakat yang peduli dan siap membantu. Kolaborasi antar-lembaga zakat ini penting agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah berjalan amanah dan profesional,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada AFCO Group atas dukungan dan support yang diberikan sehingga kegiatan Santunan 1000 Yatim dan Kick Off Gerakan Jombang Berinfaq dapat terselenggara dengan baik dan lancar.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, KH. Ali Maschan Moesa, menyebutkan bahwa kegiatan serupa dilaksanakan di 17 kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Setiap kabupaten memberikan santunan kepada seribu anak yatim. Ini momentum Ramadan untuk memperkuat ajaran Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya sedekah dan kepedulian sosial,” katanya.
Sementara itu, Bupati Jombang, H. Warsubi, mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa santunan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi bagi adik-adik kita, ini adalah penyemangat untuk terus bermimpi,” tuturnya.
Pada acara tersebut, Bupati Warsubi secara resmi mencanangkan Gerakan Jombang Berinfaq. Gerakan ini ditandai dengan pemasukan infak secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati Salmanudin ke dalam kotak infak yang telah disiapkan, diikuti jajaran Forkopimda.
Menurut Bupati, Gerakan Jombang Berinfaq merupakan gerakan moral bersama untuk memperkuat solidaritas sosial masyarakat.
“Menyelesaikan persoalan sosial bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama demi kemaslahatan umat,” ujarnya.
Senyum ceria tampak di wajah para penerima santunan, termasuk Irul (11) dan Rizki (12), murid MI Thoyib Hidayat Pojok Puton, Kecamatan Diwek, yang hadir bersama 18 anak yatim lainnya dari wilayah tersebut.
Sekretaris LAZiSNU MWC-NU Kecamatan Diwek, Rendika Dian Anggara, mengatakan pihaknya mengirimkan 20 anak yatim untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami berangkat sejak pagi untuk mendampingi anak-anak. Kegiatan ini sangat berarti bagi mereka,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal penguatan budaya berbagi di tengah masyarakat Jombang selama Ramadan dan seterusnya, dengan pengelolaan zakat yang akuntabel serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.









Komentar untuk post