JOMBANG.TV- Suasana hangat menyelimuti Balai Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Jumat (10/04/2026) siang itu.
Di bawah terik matahari yang tidak terlalu menyengat, ratusan warga tampak duduk rapi, sebagian lainnya berdiri di pinggir halaman, menunggu giliran.
Hari itu, Pemerintah Kabupaten Jombang secara resmi memulai penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
Kehadiran langsung Bupati Jombang, H Warsubi, menjadi penanda bahwa program ini menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat.
“Penyaluran bantuan pangan ini dilaksanakan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat penerima, serta sebagai upaya dalam mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.
Warsubi menambahkan, penyaluran bantuan ini juga dilakukan untuk menangani kerawanan pangan, serta mengendalikan gejolak harga dan inflasi.
Menurutnya, di balik bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng, tersimpan upaya besar menjaga stabilitas hidup masyarakat kecil.
Warga Desa Purisemanding, yang menjadi titik awal peluncuran, menjadi saksi bagaimana program ini dimulai.
Dari total 8.249 penerima di Kecamatan Plandaan, sebanyak 910 di antaranya berasal dari desa ini. Mereka menerima bantuan untuk dua bulan sekaligus sebuah bentuk percepatan distribusi yang diharapkan bisa langsung dirasakan manfaatnya.
Namun bagi Warsubi, yang terpenting bukan hanya penyaluran, melainkan bagaimana bantuan itu benar-benar sampai kepada yang berhak. Ia pun menegaskan peran penting pemerintah di tingkat bawah.
“Saya mengharapkan agar penyaluran bantuan pangan ini dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan tepat sasaran,” katanya.
Dirinya juga memohon peran aktif dari para Camat dan Kepala Desa untuk turut melakukan pengawasan dan pendampingan di lapangan.
“Ini merupakan langkah yang tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mengarah pada cita-cita besar swasembada pangan berkelanjutan dari Bapak Presiden Prabowo,” ungkap Warsubi.
Di sisi lain, Perum BULOG sebagai pihak yang ditugaskan mendistribusikan bantuan memastikan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional.
Angka 207.858 penerima di seluruh Kabupaten Jombang merepresentasikan ribuan keluarga, dapur-dapur kecil yang tetap harus mengepul setiap hari, serta kehidupan yang terus berjalan di tengah tantangan ekonomi. (Fit)










Komentar untuk post