JOMBANG.TV-Langit pagi di Kecamatan Tembelang masih diselimuti cahaya lembut ketika derap langkah mulai terdengar teratur di halaman lokasi apel. Seragam hijau Satlinmas tampak rapi berbaris.
Wajah-wajah serius namun penuh semangat itu adalah 100 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat dari tiga kecamatan: Tembelang, Kecamatan Ploso, dan Kecamatan Kesamben.
Hari itu, Selasa (10/2/2026), mereka tidak sekadar mengikuti apel. Mereka memulai proses ditempa fisik, mental, dan karakternya dalam Latihan Dasar Satlinmas Tahun 2026 yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jombang.
Suasana apel berlangsung khidmat. Komando lantang Komandan Apel memecah udara pagi, disusul sikap sempurna para peserta. Kepala Satpol PP Kabupaten Jombang, Samsudi, berdiri di hadapan barisan, menyampaikan amanat dengan suara tegas namun penuh penekanan makna.
Bagi Samsudi, latihan dasar ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ini adalah pondasi.
“Latihan dasar ini adalah proses membentuk jiwa pengabdian. Satlinmas harus siap hadir sebelum diminta, bergerak sebelum disuruh, dan bertindak dengan hati ketika masyarakat membutuhkan,” ujarnya.
Di sela barisan, beberapa peserta tampak mengangguk mantap. Mereka adalah perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga yang memilih menjadi bagian dari garda terdepan keamanan lingkungan.
Pelatihan yang digelar selama dua hari ini dirancang tidak hanya dalam bentuk teori di dalam ruangan, tetapi juga praktik lapangan.
Materi kebencanaan, pengamanan lingkungan, hingga pembinaan disiplin diberikan secara terpadu. Kerja sama dengan Polsek dan Koramil Tembelang memperkuat nuansa keseriusan latihan.
Barisan-barisan itu nanti akan bergerak. Ada simulasi penanganan kondisi darurat, ada latihan kesiapsiagaan, ada skenario pengamanan lingkungan. Keringat akan jatuh, suara instruksi akan terdengar berulang, dan koordinasi tim akan diuji.
Samsudi kembali menegaskan bahwa Satlinmas bukan hanya penjaga ronda atau pelengkap struktur desa. Mereka adalah representasi negara di level paling dekat dengan masyarakat.
“Seragam ini bukan simbol kekuasaan, tetapi simbol tanggung jawab. Kekuatan Satlinmas bukan pada atributnya, melainkan pada loyalitas, keberanian, dan keikhlasan dalam mengabdi,” tegasnya.
Latihan dasar ini akan dilaksanakan secara bergilir hingga menjangkau seluruh desa di Kabupaten Jombang.
Tiga kecamatan menjadi pembuka, langkah awal dari proses panjang pembinaan Satlinmas yang lebih profesional dan responsif.
Di tengah dinamika sosial dan potensi kerawanan yang kerap muncul tanpa aba-aba, Pemerintah Kabupaten Jombang menaruh harapan besar. Bahwa dari halaman apel di Tembelang pagi itu, akan lahir Satlinmas yang sigap, solid, dan mampu bersinergi dengan TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat.
Dan ketika suatu hari sirene darurat benar-benar berbunyi, mereka telah siap, bukan hanya karena perintah, tetapi karena panggilan pengabdian. (Fit)










Komentar untuk post