• About
  • Contcat Us
Jumat, 5 Juni, 2026
Jombang TV
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Login
  • Home
  • BERITA
  • POLITIK DAN PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • INFO
  • HIBURAN
  • Berita Foto
  • Video
  • Home
  • BERITA
  • POLITIK DAN PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • INFO
  • HIBURAN
  • Berita Foto
  • Video
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jombang TV
Home BERITA

PUSPA Arimbi: Gerakan yang Tidak Menunggu Panggung untuk Menyuarakan Aspirasi

Fit Oleh Fit
22 Desember 2025
0
PUSPA Arimbi: Gerakan yang Tidak Menunggu Panggung untuk Menyuarakan Aspirasi
162
DIBAGIKAN
228
DILIHAT
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

JOMBANG.TV- Di Jombang, ada sebuah gerakan perempuan yang lahir dari tempat-tempat yang selama ini dianggap “biasa”. Balai desa yang panas, ruang perpustakaan yang sunyi, hingga lorong sekolah yang ramai tapi menyimpan banyak hal tak terucap.

Di ruang-ruang itulah Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Arimbi bergerak sebagai ekosistem yang menautkan pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, media, organisasi keagamaan, sampai para pegiat perlindungan perempuan dan anak.

BacaJuga

Cegah Stunting Sejak Dalam Kandungan, Yuliati Warsubi Minta Kader Aktif Dampingi Ibu Hamil KEK

Pikap Asal Yogyakarta Terperosok ke Sungai Saat Melintas di Mojoagung

PUSPA Arimbi dirancang sebagai wadah kolaborasi multipihak untuk mengedukasi, mendampingi, dan mengadvokasi persoalan perempuan dan anak, sekaligus mendorong agenda three ends (mengakhiri kekerasan, perdagangan orang, dan kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan).

Namun cara PUSPA Arimbi “membaca” persoalan terasa berbeda. Mereka tidak menunggu laporan menjadi statistik. Mereka mendatangi sumbernya, baik dari desa maupun sekolah sebelum luka jadi kebiasaan.

Dari Desa: Perempuan Bukan “Objek Program”, Tapi Subjek Perubahan

Program PUSPA Goes to Desa menyasar titik yang paling dekat dengan kehidupan: rumah tangga dan tetangga.

Di Balai Desa Tanggungkramat, Ploso, misalnya, isu pemberdayaan dibawa ke hal paling realistis, kemandirian ekonomi dan keberanian bersuara.

Dalam salah satu kegiatan, PUSPA Arimbi menekankan bahwa ketika perempuan sadar haknya, mereka mulai berani meminta pertolongan, dan di situlah sistem pendampingan harus siap hadir.

Ketua PUSPA Arimbi, Octadella Billytha Permatasari, menangkap momen ini sebagai awal yang penting. Ia menyebut perempuan desa bukan sedang “diajari”, melainkan sedang membangun keberanian untuk terlibat dalam pembangunan.

“Saya bangga melihat perempuan desa mulai membuka ruang diskusi dan belajar bersama. Mereka tidak hanya mencari pengetahuan, tetapi membangun keberanian. Dan keberanian itu sangat penting agar perempuan bisa terlibat dalam pembangunan desa,” ungkapnya.

Nada yang sama muncul saat PUSPA Arimbi hadir dalam penguatan di Desa Mojokrapak. Bukan di aula megah, melainkan di ruang perpustakaan desa.

Karpet merah di lantai, rak buku di sekeliling, dan lingkaran kecil perempuan yang menulis, mendengar, lalu menyampaikan aspirasi. Di sana, Octadella memberi lecutan singkat yang terasa “anti-mainstream”. Bukan tentang siapa paling hebat, melainkan siapa paling konsisten.

“Yang penting bukan siapa yang paling hebat, tetapi siapa yang mau berjalan konsisten untuk perubahan yang dirasakan langsung.”

Di Mojokrapak, PUSPA Arimbi juga menginisiasi penguatan SEKOPER (Sekolah Perempuan). SEKOPER mengajak perempuan memahami indikator, data pilah, perdes ramah perempuan dan anak, hingga keterwakilan perempuan di ruang formal. Ini adalah cara baru membaca desa dengan kacamata hak dan kebijakan.

Ke Sekolah: Menjaga Remaja Sebelum “Salah Pilih” Jadi Penyesalan

Jika desa adalah akar, maka remaja adalah tunas. PUSPA Arimbi menaruh perhatian besar pada edukasi anak-anak dan remaja lewat PUSPA Goes to School.

Edukasi tentang kesehatan reproduksi, kesehatan mental, perlindungan diri, hingga pencegahan perundungan diberikan.

Di SMKN 2 Jombang, PUSPA Arimbi membawa pesan yang tegas, dimana remaja perlu ruang aman dan literasi untuk menjaga dirinya. Yang menarik, para siswa diajak untuk berpikir bersama. Bukan hanya “dinasihati”, tapi juga diberikan edukasi untuk melengkapi pengetahuan mereka dalam menjaga diri dan menyayangi teman.

“Kami di PUSPA Arimbi berkomitmen hadir di ruang-ruang remaja untuk memastikan mereka tumbuh dengan sehat, kuat, dan percaya diri. Karena bekal itu penting untuk memastikan mereka tumbuh dengan sehat dan selamat,” tegasnya.

Sementara di SMKN 1 Jombang, ia menyampaikan kalimat yang mudah diingat remaja, karena dekat dengan dunia mereka. Adalah mimpi yang dijadikan pijakan untuk kompas perilaku.

“Berani bermimpi berarti berani menjaga diri. Kalau kita punya mimpi, kita tahu mana pilihan yang harus diambil dan mana yang berisiko menghambat masa depan,” katanya.

Di SMK Dwija Bakti 2, fokus diarahkan pada bullying dan ruang aman. PUSPA Arimbi membawa jargon yang ringan tapi kuat: “Sehat, Bisa, Bahagia.”

Octadella menekankan bahwa kegiatan ini bukan event sekali lewat, melainkan gerakan jangka panjang agar sekolah menjadi ekosistem yang saling menguatkan.

“Puspa Goes to School hadir untuk memastikan setiap anak Jombang tumbuh dalam ruang yang sehat, merasa mampu, dan bahagia… Kami ingin siswa menjadi generasi yang saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan,” ungkapnya.

Menjadi Bagian dari Pemerintah, Tapi Bergerak dengan Cara Komunitas

Yang membuat PUSPA Arimbi menarik adalah, PUSPA bekerja seperti komunitas, tetapi terhubung dengan struktur pemerintah daerah.

Secara kelembagaan, PUSPA Arimbi disebut sebagai forum multipihak yang melibatkan unsur lintas lembaga dan berkelindan dengan perangkat daerah terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Bahkan sejak awal pembentukannya, PUSPA Arimbi diarahkan untuk memperkuat sinergi berbagai pihak dalam upaya mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak serta kesenjangan yang masih membelit akses perempuan.

Dengan kata lain, PUSPA Arimbi tidak berdiri di luar pemerintah, tapi juga tidak terjebak bahasa birokrasi. Ia menjembatani dengan membawa bahasa kebijakan ke ruang warga, dan membawa suara warga kembali ke ruang keputusan.

Lecutan yang Tidak Biasa

ADVERTISEMENT

PUSPA Arimbi seolah mengingatkan kita pada satu hal sederhana tapi sering terlupa: pemberdayaan tidak selalu dimulai dari “program besar”, melainkan dari keberanian kecil yang terus diulang.

Di karpet merah perpustakaan desa, di bangku sekolah, di forum diskusi yang tanpa panggung megah, PUSPA Arimbi menanam kebiasaan baru, dimana perempuan berani menyusun aspirasi, remaja berani menjaga diri, dan komunitas berani tidak menormalisasi kekerasan.

Dan mungkin, itulah bentuk kemajuan yang paling “sunyi” tapi paling nyata: perubahan yang tidak ramai di awal, namun terasa di rumah, dan bertahan lama. (Fit)

Tags: kekerasan pada anak dan perempuankekerasan pada perempuanPuspapuspa arimbipuspa gayatriPuspa goes to desaPuspa goes to school

Berita Terkait

Modus SPK Fiktif Proyek Pabrik di Mojowarno, Pria Asal Gudo Gelapkan Uang dan Mobil

Modus SPK Fiktif Proyek Pabrik di Mojowarno, Pria Asal Gudo Gelapkan Uang dan Mobil

3 hari yang lalu
189
LKPD 2025 Kembali Raih WTP, Jombang Cetak Rekor 13 Tahun Berturut-turut

LKPD 2025 Kembali Raih WTP, Jombang Cetak Rekor 13 Tahun Berturut-turut

6 hari yang lalu
162
Bupati Warsubi Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Pentingnya Data Akurat

Bupati Warsubi Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Pentingnya Data Akurat

7 hari yang lalu
172
Ponpes Tebuireng Gunakan Wadah Alami untuk Bagikan Daging Kurban

Ponpes Tebuireng Gunakan Wadah Alami untuk Bagikan Daging Kurban

1 minggu yang lalu
150
Polres Jombang Salurkan 39 Ekor Hewan Kurban ke Pesantren hingga Panti Asuhan

Polres Jombang Salurkan 39 Ekor Hewan Kurban ke Pesantren hingga Panti Asuhan

1 minggu yang lalu
146
Petasan Meledak Saat Malam Takbiran, Jari Pemuda di Jombang Diamputasi

Petasan Meledak Saat Malam Takbiran, Jari Pemuda di Jombang Diamputasi

1 minggu yang lalu
176
Next Post
Keluarga Kuat, Generasi Hebat: Pesan HUT ke-26 Dharma Wanita Jombang

Keluarga Kuat, Generasi Hebat: Pesan HUT ke-26 Dharma Wanita Jombang

Semangkuk Sayur Sop di Senja Hari: Tawa Balita, Jemari Ibu, dan Janji Tumbuh Sehat di Desa Kepatihan

Semangkuk Sayur Sop di Senja Hari: Tawa Balita, Jemari Ibu, dan Janji Tumbuh Sehat di Desa Kepatihan

Dari Cahaya Lilin hingga Pos Frozen: Malam Natal yang Menyatukan Jombang

Dari Cahaya Lilin hingga Pos Frozen: Malam Natal yang Menyatukan Jombang

Foto ilustrasi : Upah MInimum Kabupaten Jombang telah ditetapkan menjadi Rp3.320.770 naik sebesar 5,86 persen dari tahun sebelumnya. (Foto oleh bangunstockproduction)

UMK Jombang 2026 Naik Jadi Rp3,32 Juta, Berlaku Mulai Januari

Dukung Program MBG, SPPG Perak Jombang Ditargetkan Beroperasi Januari 2026

Dukung Program MBG, SPPG Perak Jombang Ditargetkan Beroperasi Januari 2026

Komentar untuk post

Cari Berita

Trending News

  • Dari GPMN ke Gema Puan untuk Pilpres 2024

    Gema Puan : Relawan Jokowi Mulai Panik

    8720 Dibagikan
    Share 3488 Tweet 2180
  • Polisi Lumpuhkan Pria Bersenjata Tajam Yang Mengamuk di Mako Polres Jombang

    4729 Dibagikan
    Share 1892 Tweet 1182
  • Serentak se-Indonesia Warga Thoriqoh Shidiqiyah Persiapkan Peringatan Maulid Nabi

    3696 Dibagikan
    Share 1478 Tweet 924
  • POCIL Jadi Sorotan dalam Upacara Penurunan Bendera HUT ke-80 RI di Alun-Alun Jombang

    3392 Dibagikan
    Share 1357 Tweet 848
  • Diskon PPnBM 100% Berlanjut, Ini Deretan Harga Mobil Toyota

    2630 Dibagikan
    Share 1052 Tweet 658
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Jombang TV

PT. Kahuripan Loka Media, menyajikan berita dan hiburan terkini, aktual dan terpercaya dari wilayah Jombang dan sekitarnya.

Terbaru

Jombang Terima Apresiasi Rp1 Miliar atas Keberhasilan Menekan Pengangguran

Gus Fatchrur Nahkodari APINDO Jombang, Siap Gaet Investor dan Perluasan Lapangan Kerja

Cegah Stunting Sejak Dalam Kandungan, Yuliati Warsubi Minta Kader Aktif Dampingi Ibu Hamil KEK

Pikap Asal Yogyakarta Terperosok ke Sungai Saat Melintas di Mojoagung

Trending

Gasak Motor Petani di Jombang, Dua Pelaku dan Penadah Diringkus

Mengamuk Bawa Sajam, Kakek di Wonosalam Jombang Ditangkap Usai Teror Satu Keluarga

Dari Pertahanan hingga Prestasi: Jombang Kini Punya Kawah Candradimuka Atlet Menembak

Dari Limbah Kaca hingga Kain Batik: Perjalanan Yuliati Menyusuri Denyut Kreativitas Jombang

© 2016 - 2025 PT. Garuda Media Telematika

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERITA
  • POLITIK DAN PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • KRIMINAL
  • EKONOMI
  • BERITA FOTO
  • Video

© 2016 - 2025 PT. Garuda Media Telematika

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In