JOMBANG.TV — Keterlibatan Achmad Fachrudin, pengusaha muda asal Jombang yang akrab disapa Farud, memberi warna tersendiri dalam penyelenggaraan Inclusive Beauty Gala 2025, sebuah perhelatan yang sekaligus memperingati Hari Disabilitas Sedunia (International Day of Persons with Disabilities), Rabu (3/12/2025).
Dalam acara yang menggalang dukungan untuk program intervensi dini bagi anak usia 0–3,5 tahun di bawah pengelolaan Saraswati Learning Center tersebut, Farud menegaskan pentingnya perspektif baru dalam melihat isu disabilitas.
“Jadi ini merupakan acara kampanye untuk menggalang dukungan bagi program intervensi dini anak usia 0–3,5 tahun,” ujarnya.
Sebagai salah satu pendiri K2 Group, Farud hadir bukan hanya sebagai pengusaha, tetapi juga sebagai figur muda dengan cara pandang maju dalam memaknai inklusivitas.
Ia menaruh perhatian besar pada isu disabilitas, salah satunya terinspirasi oleh kiprah Rahayu Saraswati yang turut memperjuangkan lahirnya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Termasuk menegakkan kewajiban perusahaan milik negara untuk mempekerjakan penyandang disabilitas.
Inspirasi itulah yang menguatkan komitmen Farud untuk terus mendukung ruang-ruang inklusi tanpa membeda-bedakan.
Baginya, inklusi bukan sebatas memberi bantuan, melainkan memastikan setiap anak memiliki ruang tumbuh yang setara tanpa label ataupun batasan.
“Saya percaya setiap anak berhak tumbuh dengan percaya diri dan bahagia. Peran kita adalah membuka akses, bukan memberi batas,” tuturnya, Kamis (4/12/2025).
Langkah Saraswati yang Menginspirasi

Pandangan Farud tentang inklusi tumbuh semakin kuat berkat kiprah dan dedikasi Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, founder Saraswati Learning Center sekaligus Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (TIDAR).
Menurut Farud, komitmen Saraswati untuk menghadirkan layanan intervensi dini dan pendidikan inklusif menjadi contoh nyata bagaimana perubahan dapat dimulai dari keberanian melihat setiap anak sebagai individu yang berharga.
Saraswati Learning Center yang ia dirikan kini mendampingi anak beserta keluarganya melalui asesmen klinis, konseling, terapi bicara, motorik, sensori, pelatihan orang tua hingga lokakarya nutrisi.
Konsistensi lembaga ini dalam memberikan dukungan berkelanjutan membuat Farud semakin yakin bahwa inklusi bukan gagasan teoretis, melainkan praktik nyata yang membutuhkan kolaborasi.
“Anak-anak dengan kebutuhan khusus tidak membutuhkan belas kasihan, mereka hanya perlu kesempatan yang sama. Jika sedikit kontribusi saya bisa menjadi bagian dari perjalanan itu, itu sudah lebih dari cukup,” ujar Farud.
Kiprah Saraswati yang selama ini aktif mengadvokasi hak-hak penyandang disabilitas juga menginspirasi Farud untuk terlibat lebih jauh.
“Bagaimana Ibu Saraswati mendorong kesetaraan akses pendidikan, memperjuangkan kebijakan publik yang ramah disabilitas saat menjabat sebagai anggota DPR RI, hingga memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam isu inklusi, memberikan sudut pandang baru bagi saya tentang pentingnya peran setiap individu dalam ekosistem inklusif,” terangnya.
Ia juga melihat bagaimana Saraswati menempatkan pemberdayaan keluarga sebagai pilar utama terapi. sebuah pendekatan yang membuat Farud semakin menghargai kompleksitas dan keindahan dari perjalanan anak-anak berkebutuhan beragam.
“Melalui kampanye, pelatihan, dan keterlibatannya dalam peringatan Hari Disabilitas Sedunia, Ibu Saraswati menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah batas, tetapi sebuah peluang untuk tumbuh bersama,” ungkap Ketua TIDAR Jombang ini.
Keikutsertaan Farud dalam Inclusive Beauty Gala 2025 pun menjadi wujud konkret dari inspirasi tersebut. Ia berharap lebih banyak generasi muda, terutama para pengusaha Jombang, ikut berkontribusi dalam gerakan peduli disabilitas. “Inklusi bukan tren, tapi nilai yang harus kita hidupi,” ujarnya.
Dengan kolaborasi banyak pihak, dunia usaha, komunitas, hingga organisasi kepemudaan, gerakan inklusi diharapkan semakin mengakar dan memberi manfaat luas bagi anak-anak dengan kebutuhan beragam di Indonesia. (Fit)













Komentar untuk post