JOMBANG.TV — “TOT ini kami selenggarakan untuk memperkuat kualitas kader secara lebih spesifik, terutama dalam hal kemampuan memberikan edukasi pencegahan stunting berbasis keluarga, pendampingan pola asuh anak di era digital, serta kemampuan mengelola administrasi dan program kerja secara terukur,” tegas Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, saat kegiatan Training of Trainer (TOT) di Hotel Inna Tretes, Pandaan, Pasuruan, Jumat (5/12/2025).
Pelatihan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas kader agar mampu melaksanakan pendampingan keluarga secara efektif di tingkat desa dan dusun.
Acara berlangsung dengan suasana interaktif. Peserta terlihat antusias mengikuti sejumlah sesi pelatihan yang dikemas dalam bentuk diskusi, penyusunan rencana aksi, hingga pemaparan strategi implementasi program PKK di wilayah masing-masing.
Sejumlah materi difokuskan pada penguatan kelembagaan, edukasi keluarga, pencegahan stunting, serta pemberdayaan ekonomi rumah tangga melalui usaha mandiri.
Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, menegaskan bahwa TOT ini merupakan kebutuhan penting untuk memastikan kader PKK memiliki kemampuan merata dalam menjalankan program secara sistematis.
“TOT ini kami selenggarakan untuk meningkatkan kualitas pendampingan para kader ketika kembali ke desa. PKK bukan hanya organisasi hore-hore, tetapi gerakan nyata yang harus memberi dampak pada keluarga dan masyarakat,” tegasnya.
Yuliati juga menyampaikan bahwa TOT kali ini diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya kader yang lebih adaptif, inovatif, dan paham kebutuhan masyarakat.
“Dari kegiatan ini, saya berharap ada penyamaan persepsi dan arah gerakan. Kami ingin para kader membawa hasil pelatihan ke lingkup terkecil, keluarga dan lingkungan sekitar sehingga manfaatnya benar-benar terasa,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris TP PKK Kabupaten Jombang, Nikmatin Sholihah, menjelaskan bahwa materi TOT dirancang agar mudah diterapkan setelah pelatihan selesai.
“Materi kita fokuskan pada problem yang sering dihadapi kader di lapangan, mulai dari penguatan administrasi PKK, metode penyuluhan keluarga, parenting di era digital, pencegahan stunting berbasis pangan rumah tangga, hingga pelatihan ekonomi keluarga,” jelasnya.
Perempuan yang akrab disapa Nikmah ini menambahkan, TOT kali ini menjadi wadah untuk membangun jaringan kader antar wilayah.
“Kami ingin kader saling berbagi pengalaman, menguatkan program, dan bergerak sebagai tim. Setelah kembali ke desa, para kader diharapkan menjadi penggerak perubahan dan membawa model edukasi yang mereka dapatkan hari ini. Alhamdulillah kader PKK periode ini luar biasa semua,” ujarnya.
TOT di Inna Tretes menjadi pembuka rangkaian pembinaan PKK yang akan dilanjutkan ke kecamatan dan desa.
“Materi TOT kami arahkan untuk memberi keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan, sehingga kader tidak hanya mampu menggerakkan kegiatan, tetapi juga memiliki dasar administrasi yang kuat,” ujar Nikmah.
Melalui pelatihan ini, PKK Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan gerakan yang berkelanjutan, terukur, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan keluarga. (Fit)












Komentar untuk post