JOMBANG.TV- Pagi itu, Pasar Pon Jombang sudah dipenuhi denyut aktivitas warga. Pedagang sayur menata dagangan, timbangan berderak di lapak daging, sementara pembeli sibuk memilih kebutuhan dapur.
Menjelang Natal dan Tahun Baru 2025, pasar tradisional menjadi ruang yang paling jujur memperlihatkan kondisi ekonomi masyarakat.

Di tengah keramaian itu, Bupati Jombang, H Warsubi bersama Wakil Bupati Jombang, H. Salmanudin Yazid datang tanpa sekat. Di Pasar Pon, ia tidak langsung melakukan pencatatan harga, melainkan singgah dari lapak ke lapak, menyapa pedagang tradisional, mendengar keluhan, dan menanyakan kondisi jual beli beberapa hari terakhir.
Warsubi terlihat berhenti di lapak sayur, pedagang ayam, hingga penjual kebutuhan pokok kecil. Dengan gaya khasnya yang santai, ia sempat berkelakar bahwa pasar adalah tempat paling cepat mengetahui apakah harga sedang bersahabat atau justru memberatkan warga.

Rangkaian sidak kemudian berlanjut. Di pasar ini, pemantauan mulai difokuskan pada harga dan ketersediaan komoditas utama. Harga daging ayam tercatat masih berada di kisaran Rp 35.000 hingga Rp 36.000 per kilogram, sementara aktivitas jual beli tetap berjalan ramai.
Sementara itu, lapak bawang dan cabai menjadi titik perhatian. Harga bawang merah berada di kisaran Rp 40.000 hingga Rp 45.000 per kilogram, bawang putih Rp 27.000 per kilogram. Cabai rawit tercatat mengalami kenaikan hingga Rp 67.000 per kilogram.
Setelah dari pasar tradisional, rombongan singgah ke Toko Sumber Jaya, sebelum memasuki kawasan Pasar Legi. Di lokasi inilah sidak bahan sembako dilakukan lebih detail. Bupati mengecek langsung harga beras, minyak goreng, dan komoditas kebutuhan pokok lain yang banyak dikonsumsi masyarakat.
Hasil pengecekan menunjukkan harga beras SPHP masih berada di kisaran Rp 11.500 hingga Rp 12.000 per kilogram. Beras medium dijual Rp 13.000 per kilogram, sedangkan beras premium Rp 15.000 per kilogram. Minyak goreng merek Kita masih sesuai harga eceran tertinggi, yakni Rp 18.000 per liter, meski sempat terjadi kenaikan tipis sekitar Rp 1.000.
Harga telur ayam juga masih relatif tinggi, yakni Rp 28.000 per kilogram, naik sekitar Rp 1.000 dibanding hari sebelumnya. Meski demikian, ketersediaan stok di lapak pedagang dinilai aman.
“Kami akan terus mendorong distribusi agar pasokan tidak tersendat, terutama menjelang hari besar sehingga harga jual bisa stabil,” ujar Warsubi di sela sidak.
Menutup rangkaian kunjungan, Bupati Jombang memastikan bahwa secara umum harga bahan pokok di pasar tradisional Jombang masih terkendali dan stok menjelang Natal dan Tahun Baru 2025 dalam kondisi mencukupi.
“Yang penting, masyarakat tetap bisa berbelanja dengan tenang dan kebutuhan pokok tersedia,” tegasnya.
Di balik hiruk pikuk pasar dan rak-rak sembako, sidak ini menjadi penegasan bahwa pemerintah hadir langsung di lapangan, menyapa pedagang, mendengar warga, dan memastikan dapur masyarakat Jombang tetap aman menjelang perayaan akhir tahun. (Fit)











Komentar untuk post