JOMBANG.TV – Kondisi jalan desa sepanjang kurang lebih 600 meter dengan lebar sekitar 3,5 meter di Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Jalan yang merupakan akses penting menuju makam desa itu tampak berlubang, aspal terkelupas, licin, serta dipenuhi lumpur dan genangan air sisa hujan deras.
Dalam video yang beredar luas, warga menyampaikan keluhan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum juga mendapat penanganan. Bahkan, disebutkan telah ada warga yang terjatuh akibat kondisi jalan yang membahayakan tersebut.
Eko Supriyanto (41), warga RT 03/RW 02 Desa Mojowarno, mengatakan bahwa keresahan warga sudah lama disampaikan, namun belum membuahkan hasil. Karena itu, warga akhirnya memilih cara simbolik dengan menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes.
“Harapan warga ya ingin pembenahan. Ini jalan menuju makam, sering dilewati. Kami sudah sering mengeluh, dan baru ada tanggapan sekarang,” ujar Eko, Rabu (30/12/2026).
Menurutnya, aksi penanaman pohon pisang dilakukan pada Selasa sore (29/12/2026). Tak disangka, langkah tersebut langsung mendapat respons cepat dari Bupati Jombang, Warsubi.
“Warga memang sudah tahu jalan ini mau diperbaiki, tapi karena terlalu lama, jadi sudah tidak sabar. Bahkan Pak Lurah sempat menelepon dan bilang, ‘kok kalian nggak sabar nunggu perbaikan?’,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Mojowarno, Tatag Yudianto, menegaskan bahwa pemerintah desa menghadapi keterbatasan anggaran sehingga seluruh persoalan desa tidak bisa diselesaikan secara bersamaan.
“Tidak mungkin desa mengatasi semua persoalan dalam waktu bersamaan. Semua dilakukan satu per satu dan sudah dianggarkan dalam APBDes melalui dana desa Mantra. Sesuai arahan Abah Bupati, dana desa akan difokuskan untuk perbaikan infrastruktur,” jelas Tatag.
Sementara itu, Camat Mojowarno, Ronny Afriandie, mengungkapkan bahwa dirinya langsung mendapat arahan dari Bupati Jombang sesaat setelah video tersebut viral.
“Sesuai dengan arahan Abah Bupati, kami segera berkoordinasi dengan Pak Kades. Saya bersama Forkopimcam langsung turun ke lokasi. Alhamdulillah, sudah ada kesepakatan bahwa jalan tersebut segera dibenahi menggunakan anggaran desa Mantra,” terang Ronny.
Ia menambahkan, sebagai langkah awal, seluruh pohon pisang dan kerikil yang sempat dipasang warga di sepanjang jalan sudah dibersihkan secara gotong royong.
“Sebenarnya warga sering bahu-membahu membenahi jalan ini secara swadaya, tapi tentu terbatas. Karena itu mereka berharap pemerintah desa segera turun tangan,” imbuhnya.
Pemerintah kecamatan memastikan bahwa proses perbaikan akan segera direalisasikan sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Wrga pun diimbau tetap menjaga kondusivitas dan mengedepankan komunikasi, sementara pemerintah desa diminta mempercepat pelaksanaan pembangunan agar kejadian serupa tidak terulang. (Fit)












Komentar untuk post