JOMBANG.TV – Upaya pelarian WBS (37), seorang pemilik kafe di Nganjuk yang merangkap sebagai bandar narkotika, berakhir dramatis. Pria asal Desa Jati, Kecamatan Tarokan ini sempat melakukan aksi nekat terjun dari lantai dua bangunan kafenya demi menghindari sergapan Satresnarkoba Polres Nganjuk, pada Jumat (13/2/2026) sore.
Penggerebekan yang dipimpin oleh Ipda Reqy Auliya Rojal ini menyasar sebuah kafe di Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom. Menyadari kedatangan petugas sekitar pukul 16.30 WIB, tersangka WBS mencoba kabur ke bagian atas gedung.
“Tersangka nekat melompat dari lantai dua hingga sempat tersangkut di dahan pohon sebelum melanjutkan pelariannya,” ungkap Kasat Resnarkoba Polres Nganjuk, Iptu Sugiarto, Sabtu (14/2/2026).
Meski sempat menghilang di tengah pengejaran, tim buser tidak kehilangan jejak. WBS akhirnya berhasil diringkus tanpa perlawanan saat sedang bersembunyi di sebuah warung soto di kawasan Dusun Banjaranyar, Desa Wates. Selain WBS, polisi juga mengamankan kaki tangannya yang bernama Kipli di lokasi kejadian.
Dari hasil penggeledahan di kafe milik tersangka, petugas menemukan barang bukti narkotika jenis sabu dalam jumlah cukup besar. Total terdapat 38,90 gram sabu yang telah dipecah menjadi 11 paket siap edar.
Selain serbuk kristal tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lainnya yakni, timbangan elektrik, alat isap (bong) dan pipet kaca berisi sisa sabu, serta tumpukan plastik klip kosong.
Berdasarkan hasil penyidikan, WBS berperan sebagai pemilik barang, sementara Kipli bertindak sebagai kurir dengan sistem ‘ranjau’ untuk mengantarkan pesanan kepada pelanggan.
“Keduanya juga dinyatakan positif mengonsumsi narkoba berdasarkan hasil tes urine,” terang Sugiarto.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa kedua pelaku merupakan pemain lama. WBS tercatat sebagai residivis kasus narkoba, sedangkan Kipli memiliki rekam jejak kriminal dalam kasus pidana umum.
“Sabu tersebut diakui didapat dari seseorang berinisial KOI yang kini berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang). Kami tengah melakukan pengembangan lebih lanjut untuk memutus rantai jaringan ini,” pungkasnya.(tam)










Komentar untuk post