JOMBANG.TV – Ketegasan diperlihatkan jajaran Polres Jombang dalam menindak pengemudi transportasi umum yang lalai. Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, memastikan bahwa sopir bus PO Harapan Jaya yang kedapatan mengemudi di bawah pengaruh alkohol akan diproses secara hukum sesuai prosedur yang berlaku.
Langkah ini diambil sebagai peringatan keras bagi para kru bus lainnya agar tidak bermain-main dengan keselamatan penumpang. Saat ini, pengemudi beserta unit bus tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.
Kronologi Pengamanan dan Temuan Miras
Insiden ini terungkap saat unit Turjawali Satlantas Polres Jombang melakukan patroli rutin, pada Senin (16/2/2026) sore, sekitar pukul 17.15 WIB. Petugas mendapati bus tersebut melakukan pelanggaran marka jalan yang sangat berisiko di perlintasan kereta api.
Kecurigaan petugas semakin kuat saat menghentikan kendaraan tersebut. Bau alkohol yang tajam tercium dari sopir dan kernet berinisial DI (27). Setelah dilakukan penggeledahan di area kabin, petugas menemukan barang bukti berupa satu botol minuman keras jenis arak.
“Kami berhasil menghentikan bus yang melaju ugal-ugalan. Ternyata, pengemudinya dalam kondisi mabuk. Barang bukti miras sudah kami sita, dan saat ini kasusnya tengah ditangani Satlantas Polres Jombang,” tegas AKBP Ardi Kurniawan, Rabu (18/02/26).
Sebanyak 61 penumpang yang berada di dalam bus tersebut langsung dievakuasi menggunakan armada pengganti setelah polisi berkoordinasi dengan pihak manajemen PO Harapan Jaya.
Sebagai bentuk sanksi administratif dan efek jera, Polres Jombang memberlakukan tindakan penahanan armada Bus Harapan Jaya di kantor Satlantas Polres Jombang selama satu bulan penuh.
Kapolres tengah berkomunikasi intensif dengan pihak PO Bus untuk memastikan adanya tindakan internal yang tegas terhadap kru yang melanggar. Awak bus yang terlibat akan menjalani proses hukum sesuai aturan lalu lintas dan pidana yang relevan.
“Kami tidak ingin ada pengemudi yang membahayakan nyawa orang lain di jalan raya wilayah Jombang. Koordinasi dengan pihak manajemen bus terus kami lakukan agar insiden serupa tidak terulang,” pungkas AKBP Ardi.(tam)












Komentar untuk post