JOMBANGTV -– Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafiiyah Khoiriyah Hasyim Seblak, semakin memantabkan langkahnya untuk mencetak guru dan generasi santri sebagai pilar budaya berliterasi hari ini. Dua hari usai peringatan Hari Buku Nasional tiap 17 Mei, tepatnya pada tanggal 19 Mei lalu, Ponpes Salafiyah Syafiiyah Khoiriyah Hasyim Seblak menggelar rangkaian agenda diskusi dan workshop penulisan.
Pada agenda diskusi bertema Pendidikan, Buku, dan Catatan-Catatan Di Dalamnya,
Ponpes Salafiyah Syafiiyah Khoiriyah Hasyim Seblak turut menggandeng Forum Taman Baca Masyarakat Jombang. Juga penulis dan aktivis pendidikan, Alfian Bahri selaku pemantik pertama. Kemudian, Donny Darmawan, S.Hum. Editor dan Penulis Suarts selaku pemantik kedua. Terakhir, Cak Fan dari Rombong Pentol Literasi Nusantara didapuk menjadi moderator.
Dalam diskusi yang berlangsung ± 2 jam dan bertempat di Food Court Ponpes Salafiyah Syafiiyah Khoiriyah Hasyim Seblak tersebut, santri, guru, maupun komunitas literasi saling berpendapat. Bertanya, dan memberikan pandangannya perihal kondisi pendidikan hari ini dan korelasinya terhadap gerakan literasi di komunitas.
Menurut Alfian Bahri, korelasi keduanya memang penting untuk terus diperbicangkan sekaligus direfleksikan bersama. Terlebih untuk merumuskan formula budaya berliterasi di sekolah. Baik untuk para guru, santri, dan siswa.
“Untuk itu, penting kiranya dengan memulai memaknai pendidikan dan buku, dengan budaya menulis. Karena dengan menulis itu menjadi bukti isi dari pikiran kita. Sehingga bisa dijadikan bahan dalam membangun kritisisme di sekolah dan antar komunitas literasi. Selain itu pula menulis adalah bentuk ketertiban cara berfikir kita,” ujar Alfian Bahri.
Senada dengan Alfian Bahri, Donny Darmawan juga menekankan, bahwa untuk menulis harus dimulai berlatih menarasikan hal-hal sederhana dan aktivitas keseharian. Sehingga, dari kebiasaan yang demikian, keterampilan dalam mengolah sudut pandang dalam merespon sesuatu ke bentuk tulisan akan menjadi nilai tambah portofolio akademik bagi guru, santri, dan siswa.
Mencetak Generasi Santri Penulis
Setelah diskusi umum berakhir, tepat pada pukul 19.30 WIB kegiatan inti yang dikhususkan untuk para santri dan santriwati Ponpes Salafiyah Syafiiyah Khoiriyah Hasyim Seblak dimulai. Bertempat di Aula Lantai 2 MA Ponpes Salafiyah Syafiiyah Khoiriyah Hasyim Seblak, Alfian Bahri yang menjadi pemateri workshop penulisan, mengajak para santri dan santriwati untuk belajar menyusun ide, metode menulis cerpen dan penulisan kreatif.
Melalui sedikit materi pengantar, Alfian Bahri lalu memberikan arahan penulisan cerpen sederhana bagi para santri dan santriwati dengan beberapa tahapan dengan dibantu Donny Darmawan selaku moderator. Setelah tugas menulis dirampungkan, para santri dan santriwati menceritakan hasil ceritanya. Kemudian berlanjut ke sesi tanya jawab.
Beberapa pertanyaan yang dilontarkan para santri dan santriwati cukup kritis dan relevan. Seperti apa peluang dunia kepenulisan kedepan, dan juga bagaimana metode untuk membuat pembaca terasa larut dalam sebuah cerita yang ditulis.

“Pertama, menulis itu penting. Karena jika teman-teman menjadi penulis buku, atau penulis lainnya, peluang ekonomi masih terbuka lebar. Dan angkanya bisa cukup lumayan. Jadi latian untuk terus menulis itu penting. Agar nanti kita bisa membuka peluang ekonomi itu. Kedua untuk membuat pembaca terbawa dalam cerita kita, harus terus berlatih memainkan imajinasi agar plot twist cerita bisa tersampaikan dengan baik,” jawab Alfian Bahri.
Menurut Direktur Bidang Pendidikan dan Madrasah Yayasan Ponpes Salafiyah Syafiiyah Khoiriyah Hasyim Seblak, Deden Fardan Hamdani, S.Fil.,M.Ag. kegiatan ini memang ditujukan untuk memperkokoh fondasi budaya berliterasi di Program Literasi Terpadu yang diwajibkan bagi para guru dan santri di lingkup pendidikan Ponpes Salafiyah Syafiiyah Khoiriyah Hasyim Seblak. Senyampang itu pula, lewat kegiatan ini Ponpes Salafiyah Syafiiyah Khoiriyah Hasyim Seblak berkomitmen untuk terbuka dalam menjalin kolaborasi dengan komunitas yang bergerak di bidang pendidikan, khususnya dunia literasi.
“Kolaborasi ini menjadi modal penting kami dalam menambah wawasan serta pengalaman bagi para guru dan santri yang akan menjadi pilar budaya berliterasi di Ponpes Salafiyah Syafiiyah Khoiriyah Hasyim Seblak. Sehingga kedepannya, ruang-ruang diskusi dan sejenisnya juga bagian penting di Program Literasi Terpadu kami,” tandas Deden Fardan Hamdani.
Penulis : Donny Darmawan









Komentar untuk post