Penulis : Haidar Ardyazka Kelas VIII Salaf 1, SMP Al Furqan Madrasatul Quran Tebuireng
JOMBANGTV – Beberapa tahun terakhir, kasus kekerasan di lingkungan sekolah masih marak terjadi. Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia pada tahun 2024 mencatat, ada banyak kasus kekerasan yang dialami oleh anak di Indonesia. Jumlahnya, cukup banyak. Yakni ada sekitar 28.805 kasus.

Menurut data yang saya baca dari beberapa media dan hasil penelitian, angka kasus tersebut memang telah naik sekitar 2,4 % dari tahun 2023. Selain itu, sepanjang bulan Januari sampai Desember 2024 kurang lebih ada 35.355 kasus perundungan. Dan angka ini telah meningkat 2,4% dari tahun sebelumnya.
Berdasarkan jumlah kasus ini, yang banyak terjadi adalah kasus kekerasan seksual, fisik, dan perundungan secara verbal. Dan semua terjadi di lingkungan terdekat. Mulai dari rumah sampai sekolah.
Pelajaran terbaru, kita bisa mengambil contoh dari kejadian yang terjadi di SMPN 19 Tangerang pada bulan November tahun 2025 kemarin. Tindak bullying telah menimbulkan korban jiwa.
Tentu kasus ini merupakan salah satu kasus perundungan yang sangat parah dan memprihatinkan. Karena sudah sampai menelan korban jiwa. Oleh karenanya, penting bagi kuta semua untuk mengenali jenis dan bentuk perundungan atau bullying. Diantaranya sudah terbagi sebagai berikut :
- Verbal Bullying
- Cyber Bullying
- Emotional Bullying
- Perundungan fisik
Dampak dari setiap jenis Bullying tersebut juga tak boleh diremehkan. Karena setiap tahun, kasus bullying selalu memunculkan korban. Yang mengalami trauma bahkan hingga meninggal dunia.
Kesimpulanya, kasus perundungan ini merupakan kasus yang sedang booming di dunia pendidikan. Maka, seharusnya kita sebagai santri, terkhusus santri SMP Al Furqan MQ harus menjaga hubungan pertemanan dengan baik. Supaya Bullying dan kekerasan ini tidak terus terjadi.
Selain itu, solusi untuk menangani kasus kekerasan dan bullying ini ialah dengan pendampingan dari wali santri, guru, baik untuk korban ataupun pelaku. Dan juga edukasi bahayanya Bullying secara rutin baik dari sekolah maupun pihak terkait.
Dan pesan saya untuk para pembaca, semoga kasus perundungan bisa menurun untuk tahun-tahun kedepannya. Ini bisa kita mulai dari kesadaran kita bersama untuk bisa saling menghargai antar sesama dan menjaga pertemanan, persaudaraan yang baik.












Komentar untuk post