JOMBANG.TV- Aroma kue yang dipanggang perlahan memenuhi ruang Rumah Rehabilitasi Sosial Kabupaten Jombang. Selama tiga hari, 3–5 Februari 2026, dapur sederhana itu tidak hanya menjadi tempat belajar membuat kue, tetapi menjadi ruang tumbuhnya harapan baru bagi perempuan rawan sosial ekonomi.
Pelatihan pembuatan kue bagi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) ini digelar oleh Dinas Sosial Kabupaten Jombang dengan tema “Memberikan Bekal Keterampilan bagi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi guna Meningkatkan Kemandirian dan Kesejahteraan Ekonomi.”
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta binaan Forum PUSPA Arimbi, KSPK (Komunitas Solidaritas Perempuan Keras), serta WCC Jombang.
Hari pertama, Selasa (3/2/2026), pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Tri Suhartono serta jajaran Bidang Rehabilitasi Sosial.

Dalam pesannya, Agung Hariadi menekankan bahwa pelatihan ini dapat sekaligus membangun semangat untuk berwirausaha.
“Manfaatkan kesempatan baik ini untuk meningkatkan keterampilan dan potensi diri. Pelatihan pembuatan kue ini bukan hanya tentang belajar membuat kue, tetapi juga membangun semangat kewirausahaan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Semoga pelatihan ini membawa manfaat besar,” ujarnya.
Memasuki hari kedua dan ketiga, suasana pelatihan semakin hidup. Hadir sebagai narasumber Octadella Bilytha Permatasari, Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Arimbi sekaligus Wakil Ketua II DPRD Jombang.
Kehadirannya memberi warna tersendiri, karena materi yang disampaikan tidak hanya inspiratif, tetapi juga aplikatif.
“Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, terutama perempuan, dalam bidang ekonomi,” ungkapnya.

“Kami mendukung penuh program Dinas Sosial Jombang dan berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutur Octadella pada hari kedua.
Di hari ketiga, perempuan yang akrab disapa Mbak Della itu mengajak peserta berpikir lebih jauh. Tidak berhenti pada cara membuat kue, tetapi bagaimana menciptakan variasi produk yang layak jual, mengelola usaha kue rumahan, hingga strategi agar produk dikenal dan diminati pasar. Media sosial pun dikenalkan sebagai salah satu alat promosi yang mudah dan terjangkau.
Menariknya, pada hari terakhir pelatihan juga diikuti oleh Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial Jombang, yang ikut berbaur dan berbagi pengalaman bersama para peserta.
Mayoritas peserta berasal dari binaan Forum PUSPA Arimbi, perempuan-perempuan yang tengah berjuang bangkit dan mandiri melalui keterampilan baru.
Kegiatan ini akhirnya dapat menjadi ruang aman untuk belajar, berbagi, dan saling menguatkan.
Dari dapur kecil Rumah Rehabilitasi Sosial, lahir semangat baru: bahwa kemandirian ekonomi bisa dimulai dari tangan sendiri, dari resep sederhana, dan dari keberanian untuk mencoba.
Dan di antara loyang, adonan, serta senyum para peserta, tersimpan harapan bahwa suatu hari, kue-kue buatan mereka bukan hanya tersaji di meja rumah, tetapi juga menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera. (Fit)












Komentar untuk post