JOMBANG.TV – Puskesmas Mojowarno, Kabupaten Jombang menggelar kegiatan lokakarya mini lintas sektor di triwulan pertama yang bertempat di ruang pertemuan Puskesmas setempat, pada Senin 09/02/26.
Kegiatan lokakarya mini yang bertujuan untuk mengevaluasi dan menyinergikan upaya penanganan permasalahan kesehatan masyarakat, dihadiri Kepala Puskesmas Mojowarno, Sri Wahyuningsih, forkopimcam, Kepala Desa dan sejumlah sektor lainnya.
Puskesmas Mojowarno, Sri Wahyuningsih, menyampaikan capaian program kesehatan tahun 2025. Selain itu juga terkait masalah kesehatan, program prioritas nasional.
“Untuk capaian di tahun kemarin, puskesmas Mojowarno menerima lima penghargaan salah satunya pelayanan publik terbaik bidang kesehatan,” ucapnya.
Penghargaan lainnya yakni juara 1 pelayanan terbaik Kantor Cabang BPJS Kabupaten/Kota Mojokerto dan Kabupaten Jombang dalam komitmen melayani pasien BPJS. “Kalau saya menilai, dengan banyaknya pasien berarti tingkat kepercayaan masyarakat ke kami meningkat,” terang Yuni.
Selain itu, Puskesmas Mojowarno juga mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur tentang pemberdayaan lansia. Ada juga penghargaan yang diraih yakni sebagai Puskesmas pembantu terbaik se Kabupaten Jombang.
“Capaian ini tak luput dari kerjasama yang baik lintas sektor. Kita juga akan terus bersinergi agar kedepannya menjadi lebih baik lagi,” ucapnya.
Disinggung terkait target tahun 2026, Sri Wahyuningsih mengatakan akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.
“Targetnya kita tidak muluk-muluk, yang jelas kita berupaya memberikan pelayanan yang lebih baik lagi untuk masyarakat,” tegasnya.
Dari evaluasi kinerja, Puskesmas Mojowarno mengungkapkan jika masih terkendala terkait Cek Kesehatan Gratis (CKG). Padahal, pihaknya sudah memberikan fasilitas baik di Puskesmas sendiri maupun di desa-desa.
Pihaknya berharap, dengan CKG ini mulai dari bayi hingga lansia semuanya bisa melakukan pemeriksaan. Ini untuk mendeteksi penyakit secara dini, minimal satu tahun sekali.
“CKG itu yang banyak dari perempuan, yang laki-laki masih jarang. Kita kepinginnya kaum pria juga ikut cek kesehatan,” pungkasnya.











Komentar untuk post