JOMBANG.TV- Pagi itu, suasana di Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Jombang, terasa berbeda dari biasanya. Deretan becak berjejer memanjang di sisi jalan, seperti barisan yang tak berujung. Roda-roda besi itu diam, tetapi menyimpan cerita tentang harapan.
Sejak matahari belum terlalu tinggi, ribuan tukang becak sudah berkumpul di depan rumah Bupati Jombang, H. Warsubi. Mereka datang untuk menerima zakat dan sedekah dari keluarga bupati dan Keluarga H Agung Wicaksono yang setiap tahun digelar menjelang Hari Raya Idulfitri.
Tak tanggung-tanggung, antrean para abang becak itu bahkan mengular hingga Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang. Jaraknya sekitar empat hingga lima kilometer dari lokasi pembagian.
Di antara mereka, ada yang sudah menunggu sejak sehari sebelumnya.
Becak yang Parkir Sejak Jumat
Zulkarnain (56), warga Desa Candimulyo, berdiri di samping becaknya yang sederhana. Wajahnya tampak lelah, tetapi matanya menyimpan rasa lega. Ia termasuk salah satu yang berada di antrean paling depan.
Sejak Jumat sore, ia sudah memarkir becaknya di depan rumah Bupati Warsubi.
“Alhamdulillah ini sudah tahun ke tujuh saya ikut menerima sedekah dari Abah. Bahkan sebelum beliau menjadi Bupati, saya sudah ikut di sini,” katanya.
Baginya, antre lebih awal berarti kesempatan lebih cepat mendapatkan bantuan yang sangat berarti.
Menurut Zulkarnain, meski tidak berlimpah bantuan yang diberikan namun ia merasa sangat terbantu di tengah kondisi yang serba susah seperti sekarang.
Rezeki yang Tak Lagi Mudah
Menjadi penarik becak di zaman sekarang bukan perkara mudah. Jalanan yang dulu ramai penumpang kini lebih sering dipenuhi sepeda motor dan layanan ojek online.
Zulkarnain merasakan betul perubahan itu. Setiap hari ia mangkal di sekitar Candimulyo dan Sambong, berharap ada penumpang yang membutuhkan jasanya.
Namun harapan itu sering kali tak seindah kenyataan. Dalam sehari, penghasilannya hanya sekitar Rp20 ribu hingga maksimal Rp 50 ribu. Bahkan tidak jarang ia pulang tanpa membawa uang sama sekali.
Cerita yang sama juga datang dari Mukanan. Ia biasa mangkal di kawasan Embong Miring Jombang, lokasi yang sebenarnya cukup strategis. Tempat itu berada dekat Pasar Citra Niaga serta Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar.
Namun, ramainya lokasi tidak selalu berarti ramai penumpang. Kini orang lebih memilih ojek online dibanding becak.
“Sepi sekali sekarang. Makanya kami sangat senang mendapat zakat dan sedekah ini,” kata Mukanan.
Beras dan Uang untuk Menyambut Lebaran
Hari itu, setiap tukang becak menerima paket berisi beras 5 kilogram dan uang tunai Rp100 ribu.
Bagi sebagian orang, jumlah itu mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi para penarik becak yang penghasilannya tak menentu, bantuan tersebut sangat berarti untuk menyambut Idulfitri.
Satu per satu nama dipanggil. Para tukang becak yang sejak pagi menunggu perlahan maju mendekati meja pembagian.
Beberapa tersenyum lega, sebagian lainnya menggenggam erat karung beras yang baru saja mereka terima.
Penyerahan paket zakat dan sedekah dilakukan secara simbolis oleh putra-putri keluarga Bupati Warsubi.
Di antaranya Novadonna bersama sang suami, serta Octadella yang juga didampingi suaminya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Jombang H. Warsubi tidak dapat hadir karena sedang menjalankan tugas di Jakarta. Sementara sang adik, H. Agung Wicaksono, sedang menunaikan ibadah umrah.
Meski begitu, tradisi berbagi ini tetap berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Panitia pembagian zakat dan sedekah, Wahid, menjelaskan bahwa pada hari itu ada sekitar 2.000 tukang becak yang menerima bantuan.
“Ini agenda rutin setiap tahun. Saat ini Abah Bupati sedang ada tugas di Jakarta, sedangkan Abah Agung sedang umrah,” ujar Wahid.
Tidak hanya tukang becak. Keesokan harinya, pembagian zakat dan sedekah juga akan diberikan kepada 750 pengemudi ojek online serta 150 sopir angkutan umum.
Antrean yang Menyimpan Cerita
Menjelang siang, antrean semakin panjang. Becak-becak terus berdatangan dari berbagai penjuru Jombang.
Di sana, ada harapan kecil untuk menyambut Hari Raya Idulfitri yang mulai terasa lebih dekat. (Fit)












Komentar untuk post