JOMBANG.TV – Kearifan lokal bukan sekadar jejak masa lalu, tetapi fondasi karakter dan identitas daerah. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan literasi budaya bertajuk “Kearifan Lokal, Inspirasi Global: Mengenal, Bangga, Melestarikan Budaya Njombangan” yang digelar di Kabupaten Jombang, Senin (27/1/2026).
Dalam sambutannya, Bunda Literasi Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, menegaskan bahwa budaya Njombangan menyimpan nilai luhur, etika, dan filosofi kehidupan yang relevan lintas zaman.
Melalui literasi, nilai-nilai tersebut tidak hanya dikenang, tetapi dipahami dan diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi muda.
“Budaya lokal adalah jati diri dan kekuatan bangsa. Di tengah arus globalisasi yang begitu cepat, kita harus mampu menjaga akar budaya, sekaligus mempromosikannya agar dikenal lebih luas, bahkan hingga tingkat global,” ujar Yuliati di hadapan para pegiat literasi, pengurus organisasi wanita, serta jajaran perangkat daerah.
Menurutnya, literasi budaya memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat yang berpengetahuan, berbudaya, dan berkepribadian. Perpustakaan, sekolah, komunitas, dan keluarga menjadi pilar penting dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal melalui aktivitas membaca, menulis, berdiskusi, dan berkarya.
Pada kesempatan tersebut, Yuliati juga secara resmi melaunching Buku Kronika Njombangan sebagai bagian dari upaya pendokumentasian dan pelestarian budaya daerah.
Buku ini diharapkan menjadi sumber pengetahuan sekaligus penguat identitas budaya Njombangan bagi generasi sekarang dan mendatang.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya selaku Bunda Literasi Kabupaten Jombang secara resmi melaunching Buku Kronika Njombangan, sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya dan memperkuat literasi daerah,” ucapnya.
Ia mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, pegiat literasi, dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi ruang diskusi, sekaligus melahirkan inisiatif dan karya-karya literasi baru yang mengangkat budaya Njombangan agar tetap lestari dan berdaya saing.
Menutup sambutannya, Bunda Literasi berharap masyarakat Jombang semakin mengenal budayanya, bangga menjadi bagian darinya, serta berkomitmen bersama untuk menjaga dan melestarikannya demi masa depan generasi penerus. (Fit)











Komentar untuk post