JOMBANG.TV – Pihak Kepolisian Resor (Polres) Jombang bertindak tegas merespons kericuhan antarkelompok pesilat yang pecah usai acara halal bihalal di Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh, Minggu (05/04/26) kemarin.
Sebanyak 30 nama terduga pelaku penganiayaan telah dikantongi penyidik dan kini tinggal menunggu waktu untuk diringkus.
Insiden ini bermula dari kegiatan silaturahmi internal PSHT Ranting Tanjungwadung yang awalnya direncanakan hanya untuk warga lokal. Namun, situasi menjadi tak terkendali saat massa “penggembira” dari luar daerah turut memadati lokasi.
Setelah acara usai sekitar pukul 16.00 WIB, massa justru melakukan konvoi besar-besaran menuju arah kota sambil mengibarkan atribut organisasi.
Gesekan fisik akhirnya tidak terhindarkan saat rombongan berpapasan dengan anggota dari perguruan IKSPI di beberapa titik, termasuk di Dusun Mojosongo, Desa Balongbiru dan Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek.
Akibat bentrokan tersebut, dua orang dilaporkan menjadi korban luka-luka. Masing-masing korban berasal dari kedua belah pihak yang bertikai dan telah resmi melayangkan laporan kepolisian.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
”Identitas sekitar 30 orang sudah kami pegang. Kami akan melakukan penjemputan satu per satu terhadap mereka yang terlibat,” tegasnya, Senin 06/04/26.
Selain sanksi pidana bagi pelaku penganiayaan, polisi juga melakukan tindakan langsung (tilang) terhadap seluruh kendaraan bermotor yang terlibat dalam konvoi ilegal tersebut.
Pihak kepolisian menyayangkan kejadian ini dan menekankan bahwa pengurus organisasi harus ikut bertanggung jawab atas perilaku anggotanya di lapangan.
Mengingat adanya korban luka, kasus ini tidak lagi dikategorikan sebagai Tindak Pidana Ringan (Tipiring), melainkan naik ke tahap penyidikan lebih lanjut.
”Kami mengimbau seluruh elemen perguruan silat untuk menahan diri dan bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.(tam)









Komentar untuk post