JOMBANG.TV – Di era ledakan informasi, keberadaan “penjaga gawang” kebenaran menjadi sangat vital. Peran inilah yang dijalankan secara konsisten oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Jombang.
Atas dedikasinya membentengi warga dari serangan disinformasi, komunitas relawan ini dianugerahi penghargaan “Pioneer Navigasi Digital” dalam ajang PWI Jombang Award 2026, yang diselenggarakan di Hotel Yusro Jombang, pada Rabu (08/04/26) malam.
Penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas langkah nyata Mafindo dalam menciptakan ruang digital yang lebih sehat di lingkup lokal.
Mafindo Jombang tidak hanya terpaku pada cara-cara konvensional. Di bawah kepemimpinan Wahyu Subianto sebagai Koordinator Wilayah, mereka menggabungkan metode edukasi akar rumput dengan teknologi terkini.
Bak siskamling digital, mereka mengajak masyarakat untuk aktif meronda dan memvalidasi informasi yang masuk ke gawai masing-masing. Selain itu juga memanfaatkan radio lokal sebagai sarana penyebaran konten edukatif yang mudah dijangkau masyarakat luas.
Melalui program AI Go to School dan AI Ready ASEAN, Mafindo membekali guru, siswa, dan orang tua agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara produktif sekaligus waspada terhadap risikonya.
”Tantangan kita bukan lagi soal kurang informasi, tapi rendahnya filter masyarakat dalam menyaring kebenaran. Kami hadir untuk menutup celah tersebut,” ujar Wahyu Subianto.
Pemanfaatan Tools Pengecekan Fakta
Sebagai bagian dari jaringan nasional yang bersertifikasi internasional, Mafindo Jombang memfasilitasi publik dengan alat verifikasi yang praktis “Turnbackhoax.id” yang merupakan situs rujukan utama untuk menelusuri kebenaran sebuah isu.
“Ada juga layanan melalui WhatsApp akses cepat dan praktis bagi warga untuk mengecek validitas sumber berita,” terang Wahyu.
Sementara, Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menjelaskan bahwa predikat “Pioneer” diberikan karena Mafindo telah menjadi inisiator literasi digital jauh sebelum isu ini menjadi tren.
”Navigasi digital bermakna mereka adalah kompas. Di tengah badai hoaks dan penipuan daring, Mafindo memastikan masyarakat Jombang tidak tersesat dan tetap berpijak pada fakta,” jelas Mufid.
Sejak berdiri di Jombang pada 2 Juli 2018, komunitas ini terus bertransformasi. Bukan sekadar organisasi periksa fakta, mereka telah menjadi bagian dari ketahanan sosial yang menjaga kewarasan publik di tengah derasnya arus dunia maya.
“Dengan penghargaan ini, Mafindo Jombang diharapkan terus menjadi motor penggerak masyarakat yang kritis, cerdas, dan beretika di ruang digital,” pungkas Mufid.(tam)













Komentar untuk post