JOMBANG.TV – Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya dalam mendukung pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) saat kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis DTSEN bersama Menteri Sosial Republik Indonesia, Sabtu (28/2/2026) di Pendopo Kabupaten Jombang.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, bersama jajaran Kementerian Sosial.
Bupati Jombang H. Warsubi juga tampak didampingi Wakil Bupati M. Salmanudin, unsur Forkopimda, para kepala desa, operator data desa/kelurahan, serta SDM pilar-pilar sosial se-Kabupaten Jombang.
Bupati Warsubi menyampaikan terima kasih atas berbagai program bantuan sosial dari Kementerian Sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, serta program lainnya yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jombang.
“Pemerintah Kabupaten Jombang mendukung penuh penerapan DTSEN. Dengan adanya data tunggal ini, kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat terpetakan lebih akurat sehingga bantuan sosial benar-benar tepat sasaran,” tegas Warsubi.
Menurutnya, DTSEN merupakan basis data tunggal individu dan/atau keluarga yang memuat kondisi sosial ekonomi penduduk Indonesia dan telah dikelompokkan dalam tingkat kesejahteraan (desil).
Data tersebut, kata dia, juga telah dipadankan dengan data kependudukan sehingga menjadi instrumen penting dalam mendukung keterpaduan program pembangunan nasional.
Pemutakhiran Data Kunci Tekan angka kemiskinan
Warsubi menilai, pemutakhiran data menjadi kunci dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan efektivitas program pemerintah. Ia menyatakan Pemkab Jombang siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat maupun provinsi dalam menyatukan data serta memperkuat pemberdayaan masyarakat.
“Kami berkomitmen mendukung berbagai program Kementerian Sosial dalam menurunkan angka kemiskinan, sejalan dengan target Presiden Republik Indonesia yang menjadikan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas nasional,” ujarnya.
Namun demikian, ia tidak menampik masih adanya tantangan di lapangan, mulai dari validitas data, dinamika sosial masyarakat yang cepat berubah, hingga keterbatasan sumber daya.
Karena itu, Warsubi berharap adanya arahan dan pendampingan berkelanjutan dari Kementerian Sosial agar langkah-langkah yang ditempuh daerah semakin terarah dan terukur.
Warsubi juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh SDM pilar sosial di Kabupaten Jombang yang selama ini bekerja dengan dedikasi tinggi dalam melakukan pendataan dan pendampingan masyarakat.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi penguat langkah kita bersama untuk menghadirkan kesejahteraan sosial yang lebih optimal di Kabupaten Jombang,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan setiap program sosial berbasis data yang akurat, mutakhir, dan bertanggung jawab.
Penting: Operator Desa Diharap Terlibat Aktif dalam Pemutakhiran Data
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak ratusan operator data desa, pilar-pilar sosial, kepala desa, serta berbagai elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Saya bersama Bapak Bupati dan Wakil Bupati Jombang, para pendamping, operator data desa, kepala desa, serta elemen-elemen lainnya akan memperkuat kolaborasi dan koordinasi ini untuk menghadirkan data yang lebih akurat,” kata Gus Ipul.
Di hadapan peserta yang hadir, Gus Ipul menjelaskan bahwa berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, DTSEN menjadi rujukan utama dalam penyaluran bantuan sosial serta berbagai program pemerintah pusat maupun daerah.
Menurutnya, penggunaan satu basis data nasional akan meminimalisir kesalahan sasaran dalam penyaluran bantuan.
“Jadi kita ini sebenarnya sudah dituntun oleh Presiden untuk memakai data yang sama. Kalau ada kekeliruan, mari kita perbaiki, karena data ini dinamis. Pagi dan sore bisa saja sudah berubah. Angka kematian, kelahiran, hingga perpindahan penduduk tentu tidak bisa diprediksi,” jelasnya.
Ia menekankan, perubahan kondisi sosial masyarakat terjadi setiap hari, mulai dari kelahiran, kematian, perpindahan domisili, hingga pernikahan. Karena itu, pemutakhiran data menjadi sangat penting dan strategis.
“Pemutakhiran itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Gus Ipul secara khusus menyoroti peran operator data desa sebagai ujung tombak pemutakhiran DTSEN. Ia meminta para operator bekerja secara profesional dan memahami tugas dengan baik.
“Yang pertama, saya ingin operator data desa ini benar-benar bisa bekerja dengan profesional dan mengerti tugasnya dengan baik,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga mengajak pemerintah daerah untuk memperhatikan kesejahteraan operator data desa karena peran mereka sangat strategis dalam menentukan validitas data dari tingkat desa.
Dalam mekanisme pemutakhiran DTSEN, terdapat dua jalur yang dapat ditempuh.
Pertama, jalur formal melalui RT/RW, musyawarah desa, dilanjutkan ke Dinas Sosial dan BPS setempat, hingga ditetapkan oleh Bupati/Wali Kota.
Kedua, jalur partisipasi masyarakat yang dapat diakses langsung oleh warga melalui aplikasi Cek Bansos, call center, maupun WhatsApp Center yang disediakan Kementerian Sosial.
“Ada jalur formal dan ada jalur partisipasi. Intinya, kita ingin elemen-elemen strategis seperti RT, RW, lurah atau kepala desa, kemudian Dinsos dan BPS di daerah, berkolaborasi di bawah koordinasi Pak Bupati,” katanya.
Data yang telah dimutakhirkan di daerah selanjutnya akan diolah oleh BPS pusat dan disajikan dalam bentuk hasil pemutakhiran setiap tiga bulan sekali.
Bupati Jombang Warsubi menyambut baik kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam pemutakhiran dan pemanfaatan DTSEN. (Fit)












Komentar untuk post