JOMBANG.TV — Pemerintah Kabupaten Jombang menerima apresiasi dari Gubernur Jawa Timur atas kinerja dalam Evaluasi Pelaporan Aksi Terpadu Penanganan Konflik Sosial.
Apresiasi tersebut disampaikan usai Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 yang digelar di Surabaya dengan mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju.”
Penghargaan diberikan kepada Bupati Jombang H. Warsubi atas keseriusan dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Jombang dalam menyusun serta melaksanakan program penanganan konflik sosial secara terpadu, terstruktur, dan komprehensif.
Bupati Warsubi mengatakan, apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Pemkab Jombang untuk terus memperkuat tata kelola penanganan konflik sosial.
“Apresiasi dari Gubernur Jawa Timur ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan konflik sosial. Konflik harus dikelola secara bijak, terukur, dan berorientasi pada solusi yang adil bagi semua pihak,” kata Warsubi.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Jombang saat ini telah memiliki Rencana Aksi Terpadu Penanganan Konflik Sosial yang didukung koordinasi lintas lembaga dan lintas sektor, serta implementasi konkret di lapangan dalam merespons berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Menurut Warsubi, terjaganya kondusivitas daerah tidak terlepas dari penerapan manajemen konflik yang proaktif dan terstruktur, mulai dari identifikasi potensi konflik, analisis akar persoalan, hingga penyelesaian secara konstruktif melalui komunikasi yang efektif.
“Kami menekankan penyelesaian konflik dengan pendekatan win-win solution. Tujuannya bukan hanya meredam konflik sesaat, tetapi membangun keharmonisan sosial yang berkelanjutan dan mencegah konflik berulang,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, lanjut dia, Kabupaten Jombang dinilai mampu menciptakan keharmonisan sosial dengan menempatkan dialog, kolaborasi, dan partisipasi publik sebagai fondasi utama dalam penanganan konflik.
“Kunci keberhasilan penanganan konflik sosial di Kabupaten Jombang meliputi penguatan kolaborasi untuk mencari solusi yang saling menguntungkan,” katanya.
Selain itu, lanjut Warsubi, melakukan komunikasi efektif sebagai inti resolusi konflik dan melibatkan seluruh pihak agar merasa didengar dan dihargai ini juga lebih efektif.
“Kami juga akan melakukan evaluasi berkelanjutan sebagai bahan pembelajaran ke depan. Sehingga langkah yang dilakukan dapat lebih baik,” tegasnya.
Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas sosial sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai bela negara di tingkat daerah.








Komentar untuk post