JOMBANG.TV— Peringatan World AIDS Day tahun ini di Kabupaten Jombang terasa lebih menyentuh karena berdekatan dengan momentum Hari Ibu. Peringatan digelar di depan rumah dinas Wakil Bupati Jombang, Minggu (21/12/2025) ketika Car Free Day (CFD) berlangsung.

Dalam semangat tersebut, TP PKK Kabupaten Jombang berkolaborasi dengan Duta Genre, WCC, Aliansi Inklusi Jombang, serta berbagai organisasi dan komunitas kemanusiaan menggelar kampanye publik yang menekankan empati, kepedulian, dan penghapusan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama bahwa persoalan HIV/AIDS tidak semata isu kesehatan, tetapi juga persoalan kemanusiaan. Masih kuatnya stigma dan diskriminasi di masyarakat berdampak langsung pada kualitas hidup ODHA.
Salah satu kasus yang disorot adalah seorang anak berusia 7 tahun di Jombang yang mengalami diskriminasi di lingkungan sekolah karena status kesehatannya. Anak tersebut sempat dijauhi dan tidak dilibatkan dalam aktivitas sosial bersama teman-temannya.

Koordinator Aliansi Inklusi Jombang sekaligus perwakilan KDS JCC Plus, Fuad Abdillah, menegaskan bahwa stigma tersebut berakar dari minimnya pengetahuan seksual dan pemahaman yang keliru tentang HIV/AIDS di masyarakat. Menurutnya, persoalan moral kerap disalahartikan karena ketidaktahuan, sehingga ODHA justru menjadi sasaran pengucilan.
“HIV tidak menular melalui sentuhan biasa, bersalaman, berbagi ruang, atau interaksi sosial sehari-hari. Dengan pengobatan rutin dan pola hidup sehat, ODHA tetap dapat hidup produktif dan berkontribusi seperti masyarakat pada umumnya,” jelasnya.
Ia menekankan, sikap yang dibutuhkan bukanlah rasa takut, melainkan empati dan dukungan sosial terhadap penderita HIV AIDS karena mereka membutuhkan dukungan untuk terus hidup dan mendapatkan haknya sebagai manusia.
Dari perspektif generasi muda Jombang, Dinar Mahira Billytha Pradasari menyampaikan, melihat ODHA harus selalu berangkat dari nilai kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa ODHA bukan sekadar angka dalam statistik, melainkan manusia dengan mimpi, keluarga, dan masa depan yang layak dihargai.
“Sebagai generasi muda, kita harus berani melihat HIV/AIDS dengan kacamata kemanusiaan, bukan ketakutan. Stigma justru membuat luka semakin dalam,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani, yang diwawancarai terpisah karena berhalangan hadir langsung, menyampaikan bahwa peringatan World AIDS Day yang beriringan dengan Hari Ibu menjadi pengingat kuat tentang cinta tanpa syarat.
Menurut Yuliati, nilai keibuan seharusnya tercermin dalam cara masyarakat memperlakukan ODHA, terutama anak-anak.
“Setiap anak berhak tumbuh, belajar, dan merasa aman tanpa rasa takut akan penolakan atau diskriminasi. Di dalam keluarga, Ibu, memiliki peran strategis dalam membangun empati dan memberikan edukasi sejak dini,” katanya.
Melalui momentum ini, TP PKK Jombang berharap kampanye kemanusiaan tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang menjangkau keluarga hingga tingkat desa.
Peringatan tersebut diwarnai dengan aksi sosial pemeriksaan kesehatan gratis hingga pemeriksaan Tes Oral HIV (Oral Fluid Test/OFT). Tak lupa, para Duta Genre juga melakukan flashmob dan berbagi bunga untuk para Ibu yang berjalan di area CFD. (Fit)












Komentar untuk post