JOMBANGTV – Penghujung bulan Mei ini menjadi momen yang spesial bagi warga SMP Al Furqan MQ . Sebab, pada 19/5/2026 kemarin, SMP Al Furqan MQ sukses menggelar kegiatan launching buku dan workshop santri penulis dengan tajuk Menjaring Masa Depan.
Bertempat di Aula Lantai 2 Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Madrasatul Quran Tebuireng, acara turut dihadiri oleh Pengasuh Ponpes Madrasatul Quran, KH. Abdul Hadi Yusuf, S.H. Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kabupaten Jombang, Penerbit Boenga Ketjil, Andhi Setyo Wibowo, serta yang tak kalah penting ialah narasumber workshop, yakni aktivis pendidikan dan penulis, Alfian Bahri.
Sebelum workshop santri penulis dimulai, acara dibuka dengan momen simbolis penandatanganan buku Menjaring Masa Depan karya Abdan Eiza Karim dari Kelas VIII Salaf 1 oleh para tamu utama dan narasumber. Disusul kemudian, penyerahan sertifikat penghargaaan kepada lima santri penulis aktif SMP Al Furqan MQ, dengan predikat dua santri penulis terbaik dan tiga santri penulis terdisiplin.
Menurut Donny Darmawan, S.Hum. selaku Pembina Ekskul Jurnalistik SMP Al Furqan MQ dan moderator acara, sertifikat penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dari sekolah kepada para santri yang aktif menulis. Sehingga harapannya, dari penghargaan ini akan memantik motivasi santri lainnya untuk aktif menulis.

Usai penyerahan sertifikat penghargaan, acara berlanjut ke bedah buku. Bersama moderator, Abdan Eiza Karim selaku penulis buku Menjaring Masa Depan mengungkapkan bahwa proses menulisnya dimulai sejak kelas empat SD. Lalu saat di SMP Al Furqan MQ, sejak kelas tujuh ia tertarik mengikuti Ekskul Jurnalistik.
“Sejak SD, saya suka membaca dan menulis. Saat di rumah, kedua orangtua juga mendukung dengan membelikan buku. Dan di sini, saya ikut Ekskul Jurnalistik, dan menulis sejak kelas tujuh. Akhirnya sampai sekarang terkumpul semua tulisan saya, dan telah dibukukan. Buku ini saya persembahkan untuk kedua orangtua saya,” ujar Abdan Eiza Karim.
Donny Darmawan menambahkan, bahwa dirinya yang juga mendampingi proses menulis Abdan Eiza Karim ini, memang sengaja memberi judul Menjaring Masa Depan. Sebab terasa relevan dan mudah dicerna, dan diingat.
“Abdan Eiza Karim adalah salah satu santri penulis SMP Al Furqan MQ yang kritis pemikirannya. Selain itu, pilihan tema, serta kutipan dan data tulisannya menunjukkan bahwa sebagai generasi muda hari ini, suara dan gagasan Abdzan Eiza Karim penting diapresiasi dan direfleksi sebagai bagian dari hasil pendidikan kritis. Sekaligus membuktikkan bahwa, budaya berliterasi telah menjadi salah satu unggulan di SMP Al Furqan MQ. Oleh karenanya judul Menjaring Masa Depan tepat untuk menggambarkan suasana tulisan dan refleksi pendidikan hari ini dan kedepannya,” ujar Donny Darmawan.
Setelah sesi bedah buku, barulah kegiatan workshop santri penulis dimulai. Dipandu oleh Alfian Bahri, seluruh peserta workshop yang berjumlah ± 150 santri begitu antusias menyimak materi dan belajar menulis ide dan perspektif mereka dalam sebuah cerita. Berlanjut, setelah menulis, beberapa para santri bergiliran maju kedepan untuk membacakan isi ceritanya.
“Jadi, dengan praktik menulis ini, para santri kita pantik untuk terus tumbuh kreativitas, imajinasi, dan pikiran kritisnya lewat tulisan. Karena dengan menulis inilah hasil pembelajaran dan potensi santri bisa muncul dan terlihat. Maka wajib untuk dikembangkan agar budaya berliterasi di sekolah dan pesantren terus hidup,” kata Alfian Bahri.
Di sesi akhir, Andhi Setyo Wibowo turut memberikan motivasi dan semangat menulis bagi para santri SMP Al Furqan MQ. Menurutnya, untuk memulai menulis, maka para santri harus percaya diri dan memulai terbiasa menceritakan aktivitas kesehariannya.
Bagi K.H. Abdul Hadi Yusuf, kegiatan bedah buku dan pelatihan menulis ini cukup baik dan harus dikembangkan bagi para santri. Sebab santri, harus menjadi penjaga peradaban.
“Dengan terus menulis, maka santri, khususnya di SMP Al Furqan MQ akan menjadi seorang yang memiliki tanggungjawab dakwah intelektual. Dan saya bangga, bahwa Abdan Eiza Karim mempresentasikan dakwah santri yang progresif,” tegas K.H. Abdul Hadi Yusuf.
Terakhir, Kepala SMP Al Furqan MQ, Abdul Ghofur, S.Pd. mengatakan, dengan kegiatan ini, maka sudah menjadi bukti bahwa dukungan dan kolaborasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di SMP Al Furqan MQ adalah hal yang utama.
“Selain pendidikan Alquran dan STEM, maka produk literasi karya para santri yang lahir dari proses kolaborasi ini, merupakan modal utama dalam upaya meningkatkan mutu serta pengembangan bakat minat santri. Sehingga, kedepannya dengan banyak wadah semacam ini, SMP Al Furqan MQ akan menjadi lembaga pendidikan yang relevan, lentur dalam bergerak, demi melahirkan generasi santri yang ulet, tangguh, kompetitif, dan memiliki gagasan serta pemikiran yang kritis,” tandas Abdul Ghofur.
Penulis : Donny Darmawan









Komentar untuk post