JOMBANG.TV – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menyiapkan anggaran sekitar Rp96 miliar untuk program perbaikan dan peningkatan kualitas jalan kabupaten pada tahun 2026. Alokasi ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat kenaikan tingkat kemantapan jalan yang selama beberapa tahun terakhir meningkat sangat lambat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi menegaskan, berdasarkan arahan Bupati Warsubi, seluruh anggaran tersebut akan difokuskan khusus untuk infrastruktur jalan.
“Dana Rp96 miliar itu khusus untuk penanganan jalan dan akan digunakan menangani 37 ruas dari sekitar 500 ruas jalan yang tersebar di seluruh kecamatan,” ujar Bayu, Sabtu (29/112025).
Ruas Prioritas dan Arah Penggunaan Anggaran
Beberapa ruas yang menjadi prioritas pada tahun 2026 meliputi, Pelebaran Denanyar–Megaluh, Pelebaran Cukir–Mojowarno, Peningkatan Bareng–Pasar Wonosalam serta Program hotmix (overlay) di sejumlah titik lain.
Bayu menjelaskan, pemilihan ruas didasarkan pada tingkat kerusakan, volume mobilitas masyarakat, dan urgensi ekonomi.
Tingkat Kemantapan Jalan Masih Rendah
Menurut data PUPR Jombang, total panjang jaringan jalan kabupaten mencapai sekitar 1.200 kilometer. Hingga akhir 2024, jalan berstatus tidak mantap masih mencapai 326 kilometer. Pemerintah menargetkan tingkat kemantapan meningkat menjadi 75,9 persen pada akhir 2025, naik sedikit dari 74 persen tahun sebelumnya.
Namun Bayu menekankan bahwa persentase kemantapan tidak berarti satu ruas diperbaiki keseluruhan.
“Hitungan 75,9 persen itu tidak berada dalam satu ruas penuh. Per ruas biasanya ada bagian yang baik dan ada yang perlu perbaikan,” jelasnya.
Dengan proyeksi tersebut, panjang jalan yang diperkirakan masih belum mantap pada 2025 berada di kisaran 310 kilometer.
Kebutuhan Anggaran Masih Akan Tinggi
Pemkab Jombang juga menargetkan peningkatan kemantapan sekitar 1,2 persen setiap tahun, sehingga kebutuhan anggaran dipastikan tetap besar dalam beberapa tahun ke depan.
“Memang butuh anggaran besar dan waktu panjang untuk menuntaskan seluruh ruas. Kenaikan target tiap tahun sekitar 1,2 persen,” sambung Bayu.
Dengan peningkatan anggaran dan perencanaan bertahap ini, Pemkab Jombang berharap kualitas jalan kabupaten semakin baik dalam beberapa tahun mendatang, memberikan dampak langsung terhadap mobilitas warga, distribusi barang, dan penguatan perekonomian daerah.
Diwawancara terpisah, Warsubi menegaskan bahwa peningkatan kemantapan jalan tidak hanya bergantung pada besaran anggaran, tetapi juga kontrol pengawasan kualitas di lapangan.
Ia mengatakan, setiap pekerjaan jalan harus diawasi secara ketat, mulai dari kualitas bahan, ketebalan, hingga teknik pengaplikasian.
“Kemantapan jalan tidak boleh sekadar selesai dibangun. Kualitas bahan dan pengerjaan harus dikontrol jelas, agar hasilnya bisa bertahan jangka panjang dan tidak cepat rusak,” tegasnya. (Fit).












Komentar untuk post