JOMBANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus memperkuat pelaksanaan masa transisi menuju graduasi bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Langkah ini selaras dengan kebijakan Kementerian Sosial (Kemensos) yang menegaskan bahwa PKH bukan hanya bantuan tunai, tetapi instrumen pemberdayaan agar keluarga mampu mandiri secara ekonomi.
Dalam program tersebut, setiap KPM menjalani asesmen rutin oleh pendamping sosial untuk mengukur perkembangan ekonomi, sosial, serta kemampuan bertahan tanpa bantuan. Tahapan ini menjadi kunci sebelum sebuah keluarga dinyatakan siap “mentas” dari PKH.
140 KPM Masuk Tahap Transisi, Dinsos: Asesmen Berkala Jadi Penentu
Dinas Sosial Kabupaten Jombang mencatat 140 KPM telah masuk dalam masa transisi menuju graduasi berdasarkan asesmen terbaru. Mereka dinilai mengalami peningkatan kesejahteraan sehingga kini berstatus calon graduasi yang terus dimonitor.
Kepala Dinas Sosial Jombang, Agung Hariadi, menegaskan bahwa tahap transisi memastikan keluarga tidak tiba-tiba dihentikan bantuannya. “Setiap keluarga akan terus diasesmen. Ketika mereka telah menunjukkan peningkatan ekonomi dan dinilai mampu, barulah ditetapkan graduasi,” jelasnya.
Agung menambahkan, dalam waktu satu tahun masa transisi, KPM penerima PKH diharapkan sudah bisa mandiri.
“Mereka yang mendapat bantuan pengembangan ekonomi ini merupakan KPM yang sudah memiliki rintisan usaha sesuai proposal mereka sebelumnya,” tambahnya.
Agung juga menyebut bahwa penurunan jumlah total KPM di Jombang terus terlihat. Validasi data, perbaikan sistem, serta meningkatnya kesejahteraan keluarga membuat penerima PKH berkurang signifikan.
“Bahkan, program labelisasi rumah “Keluarga Pra Sejahtera” mendorong lebih dari 1.000 KPM mundur secara sukarela karena merasa sudah mampu,” katanya.
Bupati Warsubi: Bukti Program Sosial Berdampak Nyata
Bupati Jombang, H. Warsubi, menegaskan bahwa masa transisi menuju graduasi menjadi bukti efektivitas program PKH dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Transisi ini memastikan keluarga tidak dilepas begitu saja. Mereka tetap didampingi sampai benar-benar siap mandiri. Masuknya 140 KPM ke tahap transisi menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat Jombang terus meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab Jombang akan terus memperkuat kerja sama dengan Kemensos untuk memastikan pendampingan dan pemberdayaan ekonomi berjalan tepat sasaran sehingga masyarakat benar-benar siap keluar dari ketergantungan bantuan. (Fit)










Komentar untuk post