JOMBANG.TV — Anggota DPRD Kabupaten Jombang, Achmad Fachruddin, menegaskan bahwa literasi digital kini menjadi modal paling penting bagi pelaku usaha mikro dan UMKM. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam sebuah episode podcast resmi DPRD Jombang yang tayang beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kemampuan memanfaatkan internet, platform digital, hingga pemasaran online jauh lebih menentukan keberhasilan usaha dibanding sekadar modal finansial.
“Modal finansial bukan satu-satunya jalan. Dengan literasi digital, peluang usaha bisa tumbuh bahkan dari titik nol,” ujar pria yang lebih akrab disapa Farud ini dalam perbincangan tersebut.
Farud, anggota Komisi C DPRD Jombang yang membidangi infrastruktur dan pengembangan masyarakat ini, juga dikenal aktif menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif.
Ia menjabat sebagai Ketua Gekrafs Jombang (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional) periode 2024–2027, dan terlibat dalam berbagai program pendampingan serta jejaring pelaku ekonomi kreatif di kabupaten ini.
Dalam podcast itu ia menilai bahwa digitalisasi adalah peluang besar bagi UMKM, apalagi melihat data pertumbuhan ekonomi daerah yang cukup menjanjikan.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro mencatat 13.128 usaha mikro aktif pada 2023, naik pesat dari 9.061 unit pada tahun sebelumnya. Sementara pertumbuhan ekonomi Jombang pada 2023 mencapai 5,04 persen, dengan sektor perdagangan dan jasa sebagai penyumbang utama.
Farud menilai momentum ini semakin kuat sejak Pemerintah Kabupaten Jombang di bawah kepemimpinan Bupati H. Warsubi meluncurkan program “Wi-Fi Rakyat”, salah satu program unggulan 100 hari kerja.
Program tersebut menyediakan akses internet gratis di 306 desa/kelurahan dan 6 ruang publik, termasuk wilayah yang sebelumnya masuk zona blankspot.
“Program ini harus dimanfaatkan penuh oleh pelaku UMKM, terutama generasi muda. Wi-Fi Rakyat membuka jalan. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya untuk belajar, promosi, dan memperluas pasar. Digital itu modal terbesar hari ini,” ucapnya.
Akses internet gratis ini, kata dia, memberi peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk belajar pemasaran digital, membuka toko online, memanfaatkan media sosial, hingga mengikuti pelatihan daring.
Sejumlah studi pendampingan UMKM di Jombang menunjukkan intervensi pelatihan digital mampu meningkatkan daya saing produk, kualitas branding, dan jangkauan pasar hingga lintas daerah.
“Kombinasi antara literasi digital dan akses internet publik dari Pemkab Jombang akan menjadi kekuatan besar dalam mempercepat transformasi UMKM,” yakinnya.
Ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, DPRD, komunitas kreatif, serta pelaku usaha untuk memperluas edukasi digital ke seluruh wilayah kecamatan maupun desa.
“Dengan internet yang terjangkau, bahkan gratis serta pelatihan yang tepat, produk UMKM Jombang bukan hanya bisa bertahan, tetapi juga mampu bersaing hingga tingkat nasional,” tegasnya. (Fit)
*Pernyataan-pernyataan Achmad Fachruddin ini diambil dari episode podcast DPRD Jombang yang dapat diakses publik sebagai bagian dari upaya transparansi lembaga dan edukasi literasi digital bagi masyarakat.











Komentar untuk post