JOMBANG.TV— Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Arimbi Jombang kembali menggelar program “Puspa Goes to School” dengan menyasar pelajar tingkat menengah di SMK Dwija Bakti 2, Kamis (4/12/2025).
Sebanyak 75 siswa mengikuti kegiatan edukasi yang menekankan pentingnya kesehatan remaja dari berbagai sisi, termasuk upaya menciptakan sekolah yang bebas dari bullying dan perundungan.

Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Tri Afridah dari Dinas PPKB PPPA Kabupaten Jombang, yang menegaskan bahwa remaja membutuhkan ruang aman agar dapat tumbuh menjadi generasi yang percaya diri dan produktif. Menurutnya, edukasi langsung seperti ini menjadi pintu penting untuk memperkuat ketahanan psikologis pelajar.
Selanjutnya, acara dipandu oleh Fuad dari Aliansi Inklusi, bersama perwakilan PUSPA Arimbi, Sufie Halala Ramadhanti. Pada sesi awal, peserta diajak memahami berbagai bentuk risiko yang mungkin dihadapi remaja, mulai dari tekanan pergaulan, kesehatan mental, hingga tanda-tanda perundungan yang kerap tidak disadari.
Hadir pula Tri Afridaryanti, dari Puskesmas Jabon, yang memberikan penjelasan mengenai dampak psikologis bullying terhadap perkembangan emosi dan perilaku remaja. Ia menekankan pentingnya dukungan lingkungan terdekat, guru, teman sebaya, dan keluarga, agar kasus perundungan tidak terus membesar atau tersembunyi.
Memasuki sesi inti, Ziyana dari Aliansi Inklusi dan Women Crisis Center (WCC) menyampaikan materi dengan pendekatan interaktif.
Ia menjelaskan berbagai bentuk bullying, cara mengenal dinamika pelaku dan korban, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan siswa untuk berani melapor dan membela teman yang mengalami perundungan.
Seluruh rangkaian kegiatan ini membawa pesan kuat melalui jargon:
“PUSPA Arimbi Goes to School: Sehat, Bisa, Bahagia.”
Program yang Terintegrasi dengan PUSPA Jawa Timur
Inisiatif di Jombang ini merupakan bagian dari gerakan PUSPA Jawa Timur, yang sejak 2023 gencar turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi remaja, literasi perlindungan anak, hingga pencegahan kekerasan berbasis gender.
Data PUSPA Jatim menunjukkan bahwa perundungan masih menjadi salah satu laporan tertinggi dalam pengaduan perlindungan anak di sekolah-sekolah wilayah provinsi.
Karena itu, pendekatan preventif melalui edukasi langsung dipilih sebagai strategi paling efektif untuk membangun budaya sekolah yang peduli serta responsif terhadap kekerasan.
Model ini kemudian direplikasi oleh kabupaten/kota, termasuk Jombang melalui PUSPA Arimbi, dengan melibatkan unsur komunitas inklusi, tenaga kesehatan, dan lembaga pendamping perempuan dan anak.
Ketua PUSPA Arimbi Jombang: “Anak Jombang Harus Tumbuh dengan Rasa Aman”
Ketua PUSPA Arimbi Jombang, Octadella Bilytha Permatasari, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi gerakan jangka panjang untuk membangun ekosistem sekolah yang inklusif.
“Puspa Goes to School hadir untuk memastikan setiap anak Jombang tumbuh dalam ruang yang sehat, merasa mampu, dan bahagia. Edukasi ini penting agar mereka memahami kesehatan secara utuh secara fisik, mental, dan sosial. Harapannya, anak-anak berani menolak bullying dalam bentuk apa pun. Kami ingin siswa menjadi generasi yang saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan,” ujarnya
Octadella menambahkan, PUSPA Arimbi akan terus memperluas kegiatan ini ke lebih banyak sekolah di Jombang sebagai bagian dari komitmen memperkuat perlindungan perempuan dan anak bersama pemerintah daerah.
Mewujudkan Sekolah Ramah Anak di Jombang
Melalui keterlibatan aktif berbagai pihak, dinas terkait, aliansi inklusi, WCC, tenaga kesehatan, dan relawan, PUSPA Arimbi Jombang menunjukkan langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang empatik, berdaya, dan peduli sesama.
Kegiatan di SMK Dwija Bakti 2 ini menjadi langkah lanjutan untuk memastikan bahwa sekolah-sekolah di Jombang semakin aman dan bebas perundungan. (Fit)












Komentar untuk post