JOMBANG.TV – Pemerintah Kabupaten Jombang terus mendorong pelestarian seni tradisi sebagai bagian dari pendidikan karakter generasi muda. Hal itu diwujudkan melalui pertunjukan Wayang Potehi yang digelar di Pendopo Milik Rakyat, Sabtu (14/2/2026) pukul 07.30 WIB.
Kegiatan ini diikuti kurang lebih 250 pelajar dari MTsN 6 Jombang, SMAN 2 Jombang, MAN 1 Jombang, dan SDN Gempolegundi. Para siswa tampak antusias menyaksikan langsung seni pertunjukan boneka tangan yang telah hidup dan berkembang di Jombang sejak awal abad ke-20.
Wayang Potehi di Jombang dikenal berkembang melalui pementasan di Kelenteng Hong San Kiong, dan kini menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah yang mencerminkan akulturasi serta harmoni lintas budaya.
Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan bahwa Wayang Potehi dapat sekaligus menjadi sarana edukasi yang sarat nilai bagi anak-anak.
“Wayang Potehi ini bukan hanya hiburan, tetapi juga media pembelajaran untuk anak-anak kita. Di dalamnya ada nilai moral, sejarah, keteladanan, dan pesan kebajikan yang bisa membentuk karakter generasi muda Jombang,” ujar Warsubi.
Ia menambahkan, di tengah derasnya arus globalisasi dan masuknya budaya luar melalui berbagai media, generasi muda perlu memiliki pondasi kuat terhadap budaya daerahnya sendiri.
“Anak-anak kita hari ini sangat akrab dengan budaya luar, seperti budaya Korea yang masuk lewat drama dan musik. Itu tidak salah. Tetapi jangan sampai kita lebih bangga pada budaya negara lain, sementara budaya sendiri justru tidak kita kenal. Kita harus memahami budaya daerah sendiri dan bangga dengan kebudayaan Jombang,” tegasnya.
Menurutnya, kebanggaan terhadap budaya lokal adalah bagian dari jati diri dan identitas bangsa. Dengan mengenal dan mencintai warisan budaya sendiri, generasi muda akan memiliki karakter yang kuat serta rasa memiliki terhadap daerahnya.
Warsubi juga menekankan pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya sebagai tanggung jawab bersama.
“Warisan budaya seperti Wayang Potehi ini adalah bagian dari kekayaan Kabupaten Jombang. Tugas kita bersama adalah menjaga, melestarikan, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya agar tidak hilang ditelan zaman,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jombang berharap seni tradisi tidak hanya menjadi pertunjukan yang dipentaskan, tetapi benar-benar menjadi ruang pembelajaran, penanaman nilai, sekaligus penguatan rasa bangga terhadap budaya sendiri di kalangan generasi muda. (Fit)









Komentar untuk post