JOMBANG.TV – Perkembangan terbaru mengenai penemuan dua jenazah perempuan di bangunan terbengkalai bekas Asrama Polri (Aspol) Desa Rejoagung, Ploso, mulai terkuak.
Berdasarkan hasil autopsi sementara, penyebab kematian ibu dan anak tersebut mengarah pada kegagalan pernapasan atau mati lemas.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengungkapkan fakta memilukan dalam proses pemeriksaan medis. Diketahui bahwa kedua korban mengalami luka bakar saat jantung mereka masih berdenyut atau dalam kondisi hidup.
“Korban dinyatakan meninggal akibat menghirup asap (inhalasi) yang menyebabkan sesak napas akut,” ucapnya, Kamis 26/02/26.
Dijelaskan, diperkirakan kedua korban telah meninggal dunia dalam kurun waktu 48 hingga 120 jam (sekitar 2 sampai 5 hari) sebelum jasadnya ditemukan pada Rabu (25/2).
“Tim forensik memastikan tidak ada bekas luka akibat senjata tajam maupun hantaman benda tumpul pada tubuh korban,” terangnya.
Selain luka bakar akibat api, penyidik menemukan adanya kerusakan jaringan akibat paparan zat kimia bersifat “basah kuat”.
“Pada jasad anak, terdapat luka melepuh di area pipi. Sementara pada sang ibu, kerusakan cukup parah ditemukan pada saluran tenggorokan hingga organ dalam, yang diduga kuat akibat interaksi dengan zat kimia tersebut,” jelasnya.
Terkait temuan satu botol pembersih lantai merek Porstex di lokasi kejadian, polisi masih bersikap hati-hati. Meskipun ada kecocokan indikasi medis zat kimia basah kuat, kepastiannya masih menunggu uji laboratorium forensik.
Hingga saat ini, Korps Bhayangkara masih terus mengumpulkan kepingan petunjuk di lapangan juga mengumpulkan keterangan sejumlah saksi serta memeriksa rekaman CCTV di sepanjang akses menuju bangunan eks Aspol tersebut.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti korek api, kunci motor, dan botol cairan kimia untuk diperiksa lebih lanjut.
Kini, jenazah kedua korban telah diserahkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga. Polisi berjanji akan merilis kronologi lengkap peristiwa ini setelah seluruh hasil uji laboratorium dan pemeriksaan saksi rampung dilakukan.(tam)












Komentar untuk post